• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Kediri Raya

HPN Jatim Coba Bangun Kultur Kewirausahaan yang Agresif

HPN Jatim Coba Bangun Kultur Kewirausahaan yang Agresif
Pengurus HPN Jatim silaturrahim di Trenggalek. (Foto: NOJ/MJ)
Pengurus HPN Jatim silaturrahim di Trenggalek. (Foto: NOJ/MJ)

Trenggalek, NU Online Jatim

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Timur berupaya membangun kultur kewirausahaan yang agresif dan dinamis di lingkungan para pengusaha Nahdlatul Ulama (NU). Tentu saja kultur kewirausahaan seperti itu tidak meninggalkan prinsip ke-NU-an sebagai ruh perjuangan di sektor kewirausahaan.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Pengurus Wilayah HPN Jatim Suluh Wahyu Pambudi saat bersilaturrahim ke pengurus HPN Kabupaten Trenggalek, Sabtu malam (29/05/2021). Selain ke Trenggalek, silaturrahim sudah dilakukan HPN Jatim ke Jombang dan Kediri.

 

Suluh menuturkan, korporasi yang dibangun oleh pengusaha NU mestinya bergerak di atas kultur kewirausahaan yang cepat, agresif, dan dinamis. Tentu tidak melupakan akar nilai-nilai ke-nahdlatul ulama'nya sebagai ruh dalam diri pengusaha.

 

"HPN Jatim ini kita sudah matur ke KH Marzuki, kami akan mengelola HPN ini lebih dominan ke jantungnya NU, nilainya juga NU," ujar pria yang juga diamanahi sebagai Sekretaris IKAPMII Kota Malang itu, kepada NU Online Jatim.

 

Ia mengatakan, HPN terus berusaha menata diri sejak didirikan tujuh tahun lalu. Karena sebelumnya masih belum menemukan budaya dan relasi yang tepat sehingga masih lambat perkembangannya.

 

Namun, setelah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bali beberapa bulan sebelumnya mengingatkan bahwa tema HPN adalah 'go digital'. Dari situlah, banyak pegiat usawahan nahdliyyin menemukan shownya dalam berkhidmat.

 

Menurutnya, banyak bidang usaha yang digeluti pengurus maupun anggota HPN di berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Bagaimana mampu mewadahi jiwa pengusaha untuk diarahkan tetap jiwanya Nahdliyyin.

 

"Saran Kiai Marzuki, bagaimana teman-teman pengusaha besar bisa tetap terlibat di NU, dalam wadah dia memang sesuai dengan jiwanya pengusaha, wadah yang tepat," ujar Suluh.

 

Editor: Nur Faishal


Kediri Raya Terbaru