Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Mengintip Keluarga NU ala Ketua Pergunu Kabupaten Blitar

Mengintip Keluarga NU ala Ketua Pergunu Kabupaten Blitar
Keluarga besar Puji Wianto, Ketua Pergunu Kabupaten Blitar. (Foto: keluarga Puji Wianto untuk NU Online Jatim).
Keluarga besar Puji Wianto, Ketua Pergunu Kabupaten Blitar. (Foto: keluarga Puji Wianto untuk NU Online Jatim).

Blitar, NU Online Jatim

Keluarga besar Puji Wianto, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Blitar memiliki generasi Nahdliyin yang nyaris sempurna. Putra-putri Puji merupakan anggota atau kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

 

Bukan hanya putra-putrinya, tetapi Siti Hajar Munawaroh istri dari Puji Wianto juga pengurus Muslimat NU. Adapun putra pertama Puji Wianto dan Siti Hajar, Rijal Camelra Ghozwan saat ini menjabat sebagai Koordinator Departemen Sosial Politik  Pimpinan Pusat (PP) IPNU.

 

Kemudian, putra mereka lainnya adalah Wildan Faried Anshoriy merupakan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Putra ketiganya, yaitu Zulham Ghinafikar aktif di kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU. Sedangkan sang putri bungsunya, Hayyuning Dina juga aktif di kepengurusan PAC IPPNU.

 

Puji Wianto memaparkan, manajemen keluarga yang lebih ditekankan agar putra putrinya berkhidmat di organisasi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

 

Menurutnya, aktif di NU bukan untuk mengisi kekosongan dan mencari keuntungan semata. Tetapi harus diniatkan untuk berkhidmat dengan ikhlas dan berkomitmen dalam pengabdian tersebut.

 

"Saya berharap, generasi ke depan benar - benar menjadi kader, tidak sekedar warga NU, dan kemudian memperjuangkannya dalam sebuah pengabdian," kata Puji Wianto kepada NU Online Jatim, Kamis (07/10/2021).

 

Ia juga berharap, generasi muda NU tidak hanya mampu meneruskan amaliah ajaran para kiai terdahulu, tetapi juga kuat membentengi diri dari sifat pragmatis.

 

"Seperti yang kita ketahui, maraknya paham pragmatisme dalam ruang lingkup organisasi, oleh sebab itu perlunya kita terapkan paham Ahlusunnah Wal Jama'ah Annahdliyah pada generasi kita sejak usia dini," ungkapnya.

 

Puji Wianto meyakini bahwa NU merupakan ajaran yang diajarkan oleh kiai bukan sekedar membaca kitab yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

 

Tetapi harus diperjuangkan, utamanya mengajarkan kembali ilmu yang diperoleh kepada generasi mendatang.

 

Ia berharap, generasi NU dapat mengimplementasikan ilmu tersebut di kehidupan sehari – hari. "Oleh sebab itu, kami senantiasa berkhidmat pada NU dengan memperjuangkan tata kelola pendidikan yang berlandaskan Nahdlatul Ulama," tandasnya.

 

 

Diketahui, Puji Wianto pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif NU Selorejo, Blitar. Pendidik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Kanigoro Blitar, dan pada saat ini lebih memfokuskan sebagai tenaga pendidik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 03 Kota Blitar.

 

Selain sebagai Ketua Pergunu Kabupaten Blitar, ia juga pengurus Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Blitar. 

 

Penulis: Pransiska Anggraeni

Terkait

Kediri Raya Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini