• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Kediri Raya

NU di Tulungagung Perkuat Pengetahuan Nahdliyin dengan Kitab Klasik

NU di Tulungagung Perkuat Pengetahuan Nahdliyin dengan Kitab Klasik
Ketua MWCNU Tanggunggunung, Prawoto saat menjelaskan program ‘Tanggunggunung Mengaji’. (Foto: NOJ/Puspita Hanum).
Ketua MWCNU Tanggunggunung, Prawoto saat menjelaskan program ‘Tanggunggunung Mengaji’. (Foto: NOJ/Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung meluncurkan program ‘Tanggunggunung Mengaji’. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan beragama warga melalui kitab klasik.

 

"Saat ini, terdapat fenomena masyarakat yang cenderung semangat beribadah, tapi tidak dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam beragama," ujar Prawoto, Ketua MWCNU Tanggunggunung, Jumat (13/08/2021).

 

Menurut Prawoto, jika fenomena tersebut dibiarkan, maka bisa mengakibatkan pelaksanaan ibadah tidak sesuai dengan syariat agama Islam. "Maka dari itu, kami meluncurkan program ini yang digelar di setiap desa," ungkapnya.

 

Disebutkan Prawoto, ada lima kitab yang dikaji dalam program tersebut. Yakni kitab Irsyadul 'Ibad yang disampaikan oleh KH Muhson, kitab Hujjah Aswaja oleh Gus Khoiru, kitab Hikam diterangkan oleh KH Faishol. Sedangkan KH Sodiq membahas kitab Usfuriyah dan Mu'awanah.

 

“Program yang berlangsung setiap Ahad ini dimulai pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB di masjid desa secara bergantian,” jelasnya.

 

Prawoto mengaku, antusiame masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini sangat bagus. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadirannya peserta yang cukup banyak dan memenuhi kuota yang disediakan.

 

"Masyarakat sangat antusias mengikuti program 'Tanggunggunung Mengaji'. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kehadiran yang selalu memenuhi kuota," tukasnya.

 

Di masa pandemi ini, kehadiran peserta memang dibatasi dan disesuaikan dengan kapasitas masjid atau mushala yang ditempati serta bisa dilakukan penerapan protokol kesehatan.

 

 

Bagi warga yang tidak bisa hadir ke lokasi, bisa mengikutinya secara virtual melalui kanal youtube ‘MWCNU Tanggunggunung’.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru