• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Kediri Raya

Puisi Kiai Samsul Hadi untuk Almaghfirullah Kiai Hafidh Syafi'i

Puisi Kiai Samsul Hadi untuk Almaghfirullah Kiai Hafidh Syafi'i
Kiai Samsul Hadi membacakan puisi dalam rangka Haul ke-12 KH Hafidh Syafi'i. (Foto: NOJ/Pransiska Anggraeni).
Kiai Samsul Hadi membacakan puisi dalam rangka Haul ke-12 KH Hafidh Syafi'i. (Foto: NOJ/Pransiska Anggraeni).

Blitar, NU Online Jatim

Menjelang peringatan Haul KH M Hafidh Syafi'i ke-12, Kiai Samsul Hadi, Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hidayah Tlogom, Blitar, membacakan puisi karyanya yang berjudul Terima Kasih Kiai. Puisi tersebut didedikasikan khusus untuk memperingati Haul Kiai Hafidh pada Januari 2022.

 

Persembahan puisi tersebut diabadikan di Chanel Youtube milik Kiai Samsul. Selain menggelar acara haul, dia menyampaikan upayanya dalam meluapkan rasa terima kasih serta kagum melalui karangan puisi serta menggelar reuni alumni Pondok Pesantren Manba'ul Hidayah (Mahida) Blitar se-Nusantara.

 

"Sosok Kiai Hafidh Syafi'i begitu  dikagumi, khususnya santri-santri Pondok Pesantren Manba'ul Hidayah yang tersebar di sejumlah daerah di Nusantara ini," katanya saat ditemui NU Online Jatim, Senin (24/01/2022).

 

Kiai yang akrab disapa Mbah Bendot itu kembali menceritakan sosok kiai pendiri Pesantren Manba'ul Hidayah tersebut. Mulai dari perjalanan hidup hingga karya-karyanya,  disebutkan pula bidang garap beliau adalah Ilmu Nahwu dan Sharaf.

 

"Kitab-kitab beliau sering dipakai kalangan kiai di Jawa Timur, karena sangat rapi dan mudah dibaca," jelasnya.

 

Berikut puisi Kiai Samsul Hadi untuk KH Hafidh Syafi'i:

 

Kiai......

Sepuluh tahun sudah panjengan beristirahat di alam baka

Tenang dalam lindungan-Nya

Bersemayam dalam selimut Ridho-Nya

 

Kiai ....

Di sini kami masih menulisi lembaran demi lembaran kehidupan seperti yang panjenengan tunjuki

Berusaha menapaki jalan yang panjenengan ridloi

 

Kiai.....

Di sini kami masih mengenggam erat dawuh panjenengan, bahwa kami tak boleh silau, tak boleh tertipu oleh tawaran kebahagiaan sunyi dari sampah-sampah simbolisme visual yang tumbuh dari akar realitas yang meninabobokan.

 

Kiai ....

Di sini kami masih merawat mata air yang panjenengan gali, mata air itu masih tetap mengalir mencerahkan, mencahayakan hakekat kearifan, mendamaikan para hati yang dulu kering kerontang

 

Kiai.....

Di sini kami masih menjaga nyala lentera yang panjenengan sulut, untuk menerangi para akal pikiran yang kalut, melawan arus zaman yang carut marut

 

Kiai.....

Kami yakin panjenengan sebenarnya tak benar-benar meninggalkan kami, panjenengan masih selalu mendampingi kami, memperhatikan kami, menjaga kami.

 

Kiai.....

Melalui tawassul dan doa besar harapan kami, panjenengan sudi menganggap kami sebagai santri sampai dialam keabadian nanti.

 

"Saya berharap, santri santri Mahida dapat meneladani dan menjadikan inspirasi akan sosok Abah Hafidh, ulama dermawan dan penuh kesederhanaan," harap Kiai Samsul.


Kediri Raya Terbaru