• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Keislaman

Fitnah Merajalela, Jangan Kendor Melakukan Kebaikan

Fitnah Merajalela, Jangan Kendor Melakukan Kebaikan
Ilustrasi berbuat baik menolong orang lain tanpa pamrih (Foto:NOJ/bobo.id)
Ilustrasi berbuat baik menolong orang lain tanpa pamrih (Foto:NOJ/bobo.id)

Berbuat baik di zaman penuh dengan fitnah bukanlah perkara yang mudah, terlebih ketika keimanan seseorang dengan mudahnya ditukar demi kepentingan dunia, maka bersegera malakukan kebaikan tidak bisa ditunda lagi. Dalam hal ini diungkapkan:
 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ « بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدنيا (رواه مسلم)


Artinya: Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah bersabda: bergegaslah untuk melakukan amal baik, karena akan tiba suatu masa sebuah amal baik menjadi fitnah sebagaimana potongan gelap malam menjadikan orang beriman di waktu subuh kemudian kafir di waktu sore, dan menjadikan orang  beriman di waktu sore kemudian kafir di waktu subuh. Orang tersebut menjual agama demi harta dunia.


Hadits ini menjelaskan bahwa akan datang suatu masa dimana amal kebaikan maupun amal ibadah menjadi fitnah ibarat separuh gelap malam yang merubah orang beriman di waktu pagi kemudian menjadi kafir di waktu sore. Maksudnya amalan tersebut digunakan sebagai alat transaksi untuk mencapai kepentingan dunia, menjual agama demi kepuasan dunia.


Dalam redaksi lain dari Musnad Ahmad:


حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ صَحِبْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعْنَاهُ يَقُولُ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَأَنَّهَا قِطَعُ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا ثُمَّ يُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا ثُمَّ يُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ أَقْوَامٌ خَلَاقَهُمْ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا يَسِيرٍ أَوْ بِعَرَضِ الدُّنْيَا قَالَ الْحَسَنُ وَاللَّهِ لَقَدْ رَأَيْنَاهُمْ صُوَرًا وَلَا عُقُولَ أَجْسَامًا وَلَا أَحْلَامَ فَرَاشَ نَارٍ وَذِبَّانَ طَمَعٍ يَغْدُونَ بِدِرْهَمَيْنِ وَيَرُوحُونَ بِدِرْهَمَيْنِ يَبِيعُ أَحَدُهُمْ دَيْنَهُ بِثَمَنِ الْعَنْزِ


Artinya: Abu Al-Nadr telah menceritakan kepada kami, dari Al-Mubarak dari Hasan dari Nu'man bin Basyir, ia berkata, Kami pernah menemani Rasulullah dan mendengar beliau bersabda: "Menjelang datangnya hari kiamat, akan terjadi rentetan fitnah bagaikan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi harinya dalam keadaan mukmin, kemudian pada sore harinya telah menjadi kafir. Seorang yang di sore harinya dalam keadaan mukmin, kemudian pada pagi harinya telah menjadi kafir. Mereka adalah kaum yang menjual bagian mereka dengan harta benda dunia yang sedikit atau dengan harta dunia."


Al-Hasan berkata, "Demi Allah! Sungguh, kami melihat mereka memiliki rupa namun tidak memiliki akal, mempunyai jasad namun tidak memiliki ketabahan, mereka seperti kupu-kupu lampu dan lalat. Di pagi hari mereka berangkat dengan membawa dua dirham dan kembali di waktu sore dengan membawa dua dirham, salah seorang dari mereka menjual agamanya seharga kambing."


Hadits di atas mengandung arti untuk bergegas melakukan perbuatan baik, melakukan ibadah, membentuk program yang bermanfaat bagi umat Islam sebelum terlambat, sebab suatu saat akan banyak bermunculan orang yang mengedepankan kepentingan duniawi dan pintar mengajak umat Islam berlomba mencari dunia dengan menjual agamanya. Dengan demikian pesan hadits ini adalah khidmah kepada agama harus diprioritaskan mengalahkan kepentingan lainnya.


Editor:

Keislaman Terbaru