• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Keislaman

Kapan Shalat Malamnya Rasulullah?

Kapan Shalat Malamnya Rasulullah?
Shalat malam memiliki keutamaan yang melimpah (Foto:NOJ/islami.co)
Shalat malam memiliki keutamaan yang melimpah (Foto:NOJ/islami.co)

Keutamaan waktu malam sebagai momentum pendekatan diri kepada Sang Khaliq sudah tidak diragukan lagi. Momentum tersebut, bagi hamba Allah diisi dengan qiyamul lail atau shalat malam. Selain sebagai sarana taqarrub malam juga menjadi sarana memohon ampunan dan memohon kecukupan kebutuhan hidup dengan limpahan rahmat dari Allah.


Shalat sunnah ini sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Dalam Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan qiyamul lail. Adapun pengertian qiyamul lail adalah salah satu istilah dalam agama Islam yang menyebutnya dengan serangkaian ibadah di malam hari. Secara harfiah qiyamul lail artinya ibadah malam. Hal ini menerangkan bahwa qiyamul lail merupakan amalan sunnah yang dapat dikerjakan hanya di malam hari. 


Sebagaimana sabda Rasulullah :


 أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ 


Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam (HR Muslim)


Tentu maksud hadis ini Rasulullah mendorong kita semua untuk menjalankan ibadah shalat malam, beliau juga bersabda:


عَنْ بِلاَلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ
 

Artinya: Dari Bilal, bahwasanya Rasulullah bersabda: Hendaklah kalian melakukan shalat malam atau qiyamul lail karena hal tersebut merupakan kebiasaan para orang shalih sebelum kalian, karena qiyamul lail tersebut sebagai bentuk pendekatan (seorang hamba) kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan dan sebagai penolak sakit dari jasad (HR Tirmidzi).


Lantas kapan waktu Rasulullah melaksanakan qiyamul lail? 


عَنْ مَسْرُوقٍ، قالَ: سَألْتُ عائِشَةَ عَنْ عَمَلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقالَتْ: كانَ يُحِبُّ الدّائِمَ، قالَ: قُلْتُ: أيَّ حِينٍ كانَ يُصَلِّي؟ فَقالَتْ: كانَ إذا سَمِعَ الصّارِخَ، قامَ فَصَلّى


Artinya: Dari Masruq,  ia berkata, aku bertanya kepada Aisyah tentang amalan Rasulullah, Aisyah menjawab: Dia (Nabi Suci) menyukai amalan yang terus dilakukan seseorang secara konsisten. Aku bertanya kepada Aisyah : Kapan beliau shalat (di malam hari)? Aisyah menjawab: Ketika mendengar ayam berkokok, beliau bangun dan melaksanakan shalat. (HR. Muslim)


Ayam berkokok itu lazimnya ketika pertengahan malam, namun menurut Ibn Battal, ayam berkokok sangat keras itu ketika sepertiga malam. Dalam riwayat Abu Taubah dari Ibrahim bin Sa'd dari ayahnya dari abu Salamah dari Aisyah disebutkan:


حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: مَا أَلْفَاهُ السَّحَرُ عِنْدِي إِلَّا نَائِمًا، تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Artinya: tidaklah datang waktu sahur melainkan beliau tidur berada di dekatku (HR Abu Dawud no 1123).


Maksud hadis ini dalam syarah Sunan Abi Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah melaksanakan qiyamullail pada tengah malam hingga menjelang waktu sahur kemudian beliau tidur. Senada dengan penjelasan ini, dalam Manarul Qari Syarah Mukhtasar Sahih Bukhari juga disebutkan:


لأنه صلى الله عليه وسلم كان يتهجد بعد نصف الليل إلى السحر، ثم ينام


Artinya: Sesungguhnya Nabi Muhammad tahajjud setelah pertengahan malam hingga waktu sahur, kemudian beliau tidur.


Dari sini dapat disimpulkan bahwa waktu Rasulullah melakukan qiyamullail, shalat tahajud itu pada saat mendengar suara kokok ayam atau pertengahan malam hingga datang waktu sahur. Intinya adalah, suara kokok ayam di tengah malam menjadi penanda untuk bergegas melaksanakan qiyamullail atau tahajud hingga memasuki waktu sahur.


Oleh karena itu, jika ingin melaksanakan shalat tahajud, sebaiknya tidur terlebih dahulu walau hanya sebentar. Tapi, jika memang tidak bisa tidur, maka masih ada shalat sunah lain yang termasuk qiyamullail yang bisa dikerjakan seperti shalat tasbih, shalat hajat, shalat witir dan lain sebagainya.


Keislaman Terbaru