• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Keislaman

Ingin Bangun untuk Qiyamul Laili? Berikut Tips dari Imam Al-Ghazali

Ingin Bangun untuk Qiyamul Laili? Berikut Tips dari Imam Al-Ghazali
Untuk dapat melaksanakan qilaymul laili dibutuhkan sejumlah tips sebagaimana disarankan Imam al-Ghazali. (Foto: NOJ/NU Network)
Untuk dapat melaksanakan qilaymul laili dibutuhkan sejumlah tips sebagaimana disarankan Imam al-Ghazali. (Foto: NOJ/NU Network)

Tidak banyak umat Islam yang diberikan kemampuan dan kemauan beribadah di malam hari atau qiyamul laili, termasuk melaksanakan shalat tahajud. Padahal ibadah ini sangat dianjurkan. Karenanya, perlu tips khusus agar bisa bangun untuk qiyamul laili.


Bangun malam dan melakukan shalat malam merupakan salah satu cara seorang hamba untuk lebih dekat (taqarrub) dengan kepada Allah SWT. Suasana malam yang sangat sepi tanpa kebisingan menjadikan beribadah (qiyamul laili) semakin bertambah khusyuk nan khidmat. 


Malam juga disebut waktu yang paling utama untuk mendekatkan diri dan bersimpuh kepada Sang Pencipta, karena di saat semua hamba sedang menikmati waktu istirahat dari segala aktivitas dan hanya sedikit orang yang mampu menanggalkan rasa kantuknya untuk bangun, mengambil air wudhu dan bersimpuh di hadapan Allah SWT. 


Sayangnya, terkadang bagi beberapa orang bangun malam untuk melakukan beberapa ibadah adalah suatu hal yang sangat berat untuk dikerjakan. Meskipun telah memasang alarm dan pengingat yang berlapis agar bisa terbangun, terkadang hal itu pun masih terasa berat bahkan masih terlewatkan begitu saja. 


Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin menulis satu bab khusus yang menjelaskan kiat agar bisa bangun dan beribadah di malam hari atau qiyamul laili dengan ringan dan mudah tanpa diliputi kepayahan saat bangun tidur. 


Menurutnya, ada 8 hal yang selayaknya harus dilakukan seseorang agar bisa bangun di malam hari untuk melaksanakan shalat malam dan ibadah lainnya. Delapan hal tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni empat hal yang bersifat lahiriah atau dhahiriyah dan empat hal yang bersifat batiniyah. 


Empat hal lahiriah yang harus dilaksanakan agar mudah bangun malam adalah: 


1. Hindari konsumsi makanan berlebih
Menurut al-Ghazali, orang yang banyak makan akan banyak pula minumnya serta akan banyak pula tidurnya. Hal inilah yang akan menjadikan kita susah bangun di malam hari. Bahkan bagi guru tasawuf, menghindari konsumsi makanan berlebih adalah anjuran yang selalu ditekankan kepada para muridnya agar bisa bangun malam dan tidak menyesal ketika telah meninggal nanti. 


2. Mengurangi aktivitas di siang hari 
Yakni yang dapat menimbulkan kecapaian dan lelahnya tubuh serta urat syaraf. Ketika tubuh terasa lelah dan capek, maka akan dapat menambah waktu tidur. 


3. Sempatkan tidur siang sebentar
Karena selain sunah, qailulah atau tidur sebentar juga bisa membantu agar lebih mudah bangun untuk qiyamul laili. Hal ini sebagaimana diriwayatkan hadis riwayat Ibnu Majjah dari Ibnu Abbas RA. 


4. Mengurangi perbuatan dosa di siang hari 
Menurut al-Ghazali yang mengutip pernyataan Hasan Bashri, bahwa dosa-dosa yang dilakukan di siang hari sebenarnya mengikat jiwa agar tidak terbangun di malam hari. Selain itu, perbuatan dosa yang dilakukan pada siang hari menjadikan hati keras bagai batu dan membangun sekat antara diri kita dan rahmat Allah SWT. 


Selain empat kita lahiriah di atas, al-Ghazali juga memberikan kiat batiniyah sebagai berikut: 


1. Menjauhkan diri dari sifat iri, dengki dan hasud atas orang Muslim yang lain.
Perbuatan jelek dari hati yang lain serta mengurangi rasa suka yang berlebihan terhadap kebendaan dan keduniawian. Sifat-sifat tersebut menjadikan susah dan berat untuk bangun malam. Jika mampu bangun malam, maka pikiran tentang dunia akan terus menggelayuti hati bahkan ketika bangun malam dan mengerjakan shalat malam. 


2. Menambah rasa takut (khauf) atas azab dan siksaan Allah
Hal ini merupakan salah satu kiat ampuh agar selalu mawas diri dan meminta ampun kepada Allah khususnya di waktu malam. 


Sebagaimana diungkapkan Thawus: 


 إِنْ ذَكَرَ جَهَنَّمَ طَارَ نَوْمُ الْعَابِدِينَ 


Artinya: Ketika seseorang mengingat (siksa) neraka jahannam, maka hilanglah rasa kantuk orang-orang yang beribadah. 


Seorang budak bernama Suhaib pernah dimarahi tuannya karena tidak pernah tidur di malam hari. Tuannya takut jika hal tersebut mengganggu pekerjaannya di siang harinya. Ternyata Suhaib tidak bisa tidur karena teringat siksa neraka. Bahkan seorang budak lain ketika ia mengingat surga, bertambahlah kerinduannya untuk beribadah kepada Allah. 


3. Menambah pengetahuan tentang keutamaan qiyamul laili
Hal tersebut sebagai keterangan yang terdapat dalam Al-Qur’an, hadits, ataupun atsar, sehingga bertambahlah harapan dan keinginan untuk meraih pahala dan ridha dari Allah. 


4. Memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Allah.
Ketika rasa cinta kepada Allah telah tertanam dalam hati, maka kerinduan dan harapan untuk selalu bertemu dengan Allah serta mengharap ridha-Nya adalah suatu hal yang selalu dirindukan dan dilakukan. 

  

Al-Ghazali sebagai seorang sufi pastilah telah memiliki berbagai pengalaman dalam menjalankan segala aktivitasnya sebagai seorang sufi. Sedangkan qiyamul laili adalah salah satu komponen yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan seorang sufi. Hamba biasa yang jauh dari sifat dan amalan Imam al-Ghazali hanya bisa berusaha untuk selalu bisa mencontoh amalannya melalui karya yang telah dituliskan.


Editor:

Keislaman Terbaru