• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Keislaman

Mewaspadai Amal Ibadah Diri Sendiri

Mewaspadai Amal Ibadah Diri Sendiri
Ilustrasi orang berdoa mendekatkan diri kepada Allah (Foto:NOJ/Rawpixel)
Ilustrasi orang berdoa mendekatkan diri kepada Allah (Foto:NOJ/Rawpixel)

Ramadhan telah berlalu, namun tugas manusia dalam menangani penyakit hati tidak kunjung usai. Berjuang untuk membersihkan hati dari kotoran adalah sebuah keniscayaan. Bisa jadi amalan yang dijalani hanya sebatas kulit saja bukan isi. Bahkan segudang amal ibadah menjadi ajang pamer dan alat menyombongkan diri.
 

Diriwayatkan sebuah kisah Israiliyyat yang terdapat dalam kitab Ihya Ulum al-Din, bahwa ada seorang ahli hikmah yang menulis karya berjumlah 360 halaman yang berisi beberapa hikmah dan nasihat sehingga dia merasa sudah diberi kedudukan tinggi oleh Allah SWT, kemudian Allah berpesan kepada Nabi: “Sampaikan salamku pada si Fulan  bahwa dia telah munafik dan ridloku tidak bersama dengan orang munafik" 
 

Kemudian dia menyendiri dengan menyibukkan ibadah kepada Allah saja, akan tetapi Allah SWT kembali menitipkan salam melalui Nabi: "Sampaikan salamku pada si Fulan itu, sampai dia bergaul dengan manusia dan sabar atas semua yang datang dari mereka"
 

Lalu, orang itu keluar menuju pasar dan bergaul dengan manusia, mengelilingi pasar, berbaur dengan setiap orang yang ditemuinya, hingga dia tidak merasa bangga atas ibadahnya. Kemudian Allah mengirim pesan melalui Nabi: "Salamkan padanya aku telah meridloinya" (lihat, Ihya' Ulum al-Din, Halaman 240)
 

Merasa sudah mendapatkan ridlo dan berhasil adalah hal yang sangat disayangkan karena bisa jadi dari perasaan itu malah mendapatkan kebalikannya. As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani pernah mewanti-wanti ;
 

من أحسّ بالنهاية فقد أفسد البداية
 

Artinya: Siapa saja yang merasa telah berada pada posisi tertingginya, berarti dia telah merusak langkah awal usahanya.


Dari sini, para ulama sangat berhati-hati dalam menjalankan ibadah agar tidak terselip perasaan sombong dan merasa sudah tinggi derajatnya di sisi Allah. Malah mereka berusaha sekuat tenaga menyelipkan perasaan takut dalam setiap ibadahnya.
 

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ
 

Artinya: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut. (QS. Al Mu’minun: 60)
 

Dalam tafsir Ibn Jarir Al-Tabari disebutkan bahwa ‘Aisyah bertanya,
 

حدثنا سفيان بن وكيع، قال، ثنا أبي، عن مالك بن مغول، عن عبد الرحمن بن سعيد، عن عائشة أنها قالت يَا رَسُولَ اللَّهِ (وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ) أَهُوَ الرَّجُلُ الَّذِى يَزْنِى وَيَسْرِقُ وَيَشْرَبُ الْخَمْرَ قَالَ  لاَ يَا بِنْتَ أَبِى بَكْرٍ – أَوْ يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ – وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ يَصُومُ وَيَتَصَدَّقُ وَيُصَلِّى وَهُوَ يَخَافُ أَنْ لاَ يُتَقَبَّلَ مِنْهُ 
 

Artinya: Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dalam ayat “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut”, apakah orang yang berzina, mencuri dan meminum khomr?” Nabi Muhammad menjawab, “Tidak, wahai putri Abu Bakr Ash Shidiq! Tetapi yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah orang yang berpuasa, bersedekah dan shalat, namun ia takut amalannya tidak diterima.
 

Dalam Sunan al-Tirmidzi ditambahkan:
 

أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ
 

Artinya: Mereka itulah orang-orang yang bergegas dalam kebaikan
 

Takut tidak diterima amal ibadahnya merupakan beban tersendiri, akan tetapi dari perasaan takut itulah rasa sombong, merasa mulia bisa teratasi.
 

Berkata Ibnu Dinar:
 

الخوف على العمل أن لا يتقبل أشد من العمل
 

Artinya: Takut amalan tidak diterima itu lebih berat ketimbang amalan itu sendiri.
 

Semoga kita semua dijauhkan dari perasaan bangga diri (ujub), sombong atas ibadah puasa, shalat tarawih hingga shalat idul fitri yang telah kita lakukan selama ini. Wallahu A'lam


Keislaman Terbaru