• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Keislaman

Yang Dilakukan Rasulullah saat Bertemu Lailatul Qadar

Yang Dilakukan Rasulullah saat Bertemu Lailatul Qadar
Sebuah kehormatan bisa dipertemukan dengan lailatul qadar. (Foto: NOJ/MSd)
Sebuah kehormatan bisa dipertemukan dengan lailatul qadar. (Foto: NOJ/MSd)

Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan hidup sampai seribu bulan atau 80 tahun lebih. Belum lagi bagaimana mengisi usia panjang dengan amal terbaik.

 

Nah, dengan bertemu lailatul qadar, maka umat Islam akan memperoleh kurnia yang demikian agung. Dan salah satu keistimewaan dan keutamaan Ramadlan adalah di dalamnya terdapat lailatul qadar. Malam ini ditunggu-tunggu oleh setiap umat Islam dan setiap orang berharap agar bertemu dengan malam tersebut karena itu malam terbaik dari seribu bulan.

 

Hanya saja Rasulullah SAW tidak menjelaskan secara pasti kapan terjadi lailatul qadar. Para ulama pun beda pendapat mengenai hal ini. Tujuan dari perahasiaan kedatangan malam ini adalah agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal saleh sembari berharap bertemu lailatul qadar.

 

 

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan di lailatul qadar. Ia  menjelaskan:

 

 روينا بالأسانيد الصحيحة في كتب الترمذي والنسائي وابن ماجه وغيرها عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قلتُ: يارسول اللَّه إن علمتُ ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال: " قُولي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي قال أصحابَنا رحمهم الله: يُستحبّ أن يُكثِر فيها من هذا الدعاء، ويُستحبّ قراءةُ القرآن وسائر الأذكار والدعوات المستحبة في المواطن الشريفة.....قال الشافعي رحمه الله: أستحبّ أن يكون اجتهادُه في يومها كاجتهاده في ليلتها، هذا نصّه، ويستحبّ أن يُكثرَ فيها من الدعوات بمهمات المسلمين، فهذا شعار الصالحين وعباد الله العارفين.

 

Artinya: Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata: Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca? Rasulullah menjawab: Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku). Ulama kami berkata, disunahkan memperbanyak baca doa ini, baca Al-Qur’an, zikir, dan doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia….Imam As-Syafi’i berkata: Aku menyukai memperbanyak ibadah tersebut di siang hari sebagaimana di malam hari. Dianjurkan juga memperbanyak doa-doa yang penting bagi umat Islam. Ini tanda orang-orang saleh dan hamba Allah yang arif.

 

Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi ini, ada beberapa amalan yang biasa dilakukan pada lailatul qadar. Meskipun kita tidak tahu secara pasti kapan datangnya lailatul qadar, yang penting amalan ini dilakukan selama bulan Ramadlan, khususnya sepuluh terakhir Ramadlan. Di antara amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak baca doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.

 

Dianjurkan juga memperbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa-doa yang bermanfaat untuk umat Islam. Dalam pandangan Imam As-Syafi’i, amalan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan di malam hari, tapi juga diperbanyak siang hari. Pasalnya, ia sendiri sangat menyukai melakukan amalan ini di siang hari, sebagaimana kesungguhannya di malam hari.

 

Wallahu a‘lam.

 


Editor:

Keislaman Terbaru