• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Madura

Bantu Takmir, LFNU Sumenep Ukur Arah Kiblat di Masjid

Bantu Takmir, LFNU Sumenep Ukur Arah Kiblat di Masjid
Proses pengukuran arah kiblat oleh Tim LFNU Sumenep di Masjid Zainal Abidin Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jumat (09/01/2021). (Foto: NOJ/ Firdausi).
Proses pengukuran arah kiblat oleh Tim LFNU Sumenep di Masjid Zainal Abidin Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jumat (09/01/2021). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Tim Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melakukan pengukuran arah kiblat di masjid Zainal Abidin tepatnya di Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jumat (09/01/2021). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan arah kiblat serta memantapkan ubudiyah jamaah masjid.

 

Kedatangan Tim LFNU ini atas permintaan ketua takmir. Saat tiba di lokasi jam 08.00 WIB, disambut oleh Sekretaris takmir Ustadz Shiddiq.

 

Ketika melakukan pengukuran, ditemukan bahwa titik koordinat 7o 02’ 28,42”, LS 113o 56’ 52,05”, dan BT tinggi tempat 41 MDPL.

 

Ustadz Muhammad Husein berharap kepada tim agar dapat mengukur arah kiblat berdasarkan bantuan bayang matahari pada jam kiblat wilayah Sumenep pada hari ini yaitu jam 08:18 WIB. Ketua LFNU Sumenep tersebut menyayangkan, karena cuaca yang berawan di musim penghujan membuat tim kesulitan menentukan bayangan benda pada jam tersebut.

 

"Alhamdulillah, pada pukul 08.32 WIB, tim dapat memperoleh bayangan benda melalui alat bantu bandul istiwa’," ungkapnya.

 

Dari pengukuran tersebut diperoleh data astronomi matahari dan hasil perhitungan sebagaimana berikut: tinggi matahari 044o 26’ 33”, azimut matahari 114o 34’ 06”, azimut bayangan nenda 294o 34’ 06”, azimut kiblat 293o 36’ 59” dengan menggunakan metode vincenty, dan azimut bangunan 300o 00’ 00”.

 

Untuk meningkatkan keyakinan hasil pengukuran, ustadz Moh Fathorrais melakukan pengukuran pembanding menggunakan aplikasi android, dan qibla locator. "Ternyata hasilnya menunjukkan kesamaan," terangnya Sekretaris LFNU Sumenep.

 

Pada saat yang sama, Ustadz Misnawi memperjelas bahwa kegiatan ini didukung oleh beberapa alat dan perlengkapan yang digunakan.

 

"1 buah bandul istiwa’, 1 buah  busur kiblat, 1 buah  kompas, 1 buah Qibla Locator, 1 buah HP android, 1 buah Laptop, benang secukupnya, lakban secukupnya, cat secukupnya," jelas Bendahara LFNU Sumenep tersebut.

 

Di kesempatan yang berbeda, Ustadz Suwaifi berharap kepada masyarakat untuk peka terhadap permasalahan ini.

 

"Semoga terus bertambah kesadaran para takmir masjid dan pengasuh mushalla,  khususnya yang berada dibawah naungan PCNU Sumenep untuk melakukan kalibrasi arah kiblatnya. Karena selain memantapkan ubudiah kita terhadap Allah SWT, terbitnya syahadah kiblat atas masjid atau mushalla yang telah diukur arah kiblatnya dapat dijadikan sebagai legalitas dan tempat ibadah yang benar-benar berada dibawah naungan NU," kata Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan LFNU Sumenep tersebut.

 

 

Di akhir acara, Ustadz Shiddiq mengucapkan terimakasih kepada LFNU yang mampu mengatasi permasalahan ini dan tidak menjadi perdebatan arah kiblat oleh pengurus masjid.

 

"Sekarang jamaah merasa tenang dan puas. Karena kami yakin bahwa langkah yang dilakukan NU selalu akurat dan diterima oleh kalangan," pungkas pria yang menjabat sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru