• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Madura

Begini Cara Perempuan di Sampang Siapkan Resolusi 2022

Begini Cara Perempuan di Sampang Siapkan Resolusi 2022
Sejumlah anggota SP sedang di ruang curhat dan membahas resolusi 2022.  (Foto: NOJ/Fahromi N)
Sejumlah anggota SP sedang di ruang curhat dan membahas resolusi 2022.  (Foto: NOJ/Fahromi N)

Sampang, NU Online Jatim

Setiap perempuan dilahirkan dalam keadaan fitrah, dalam artian manusia seutuhnya dan layak memiliki mimpi, cita-cita dan harapan. Kesempatan dan akses yang sama perlu dikumandangkan, terlebih lagi mengenai pendidikan yang lebih inklusif bagi khalayak.
 

“Renungkan, bahwa kehadiran perempuan bukan sebagai boomerang, bukan sebagai objek seksual, bukan sebagai malapetaka, bukan sebagai budak dan bukan sumber fitnah kehidupan,” kata Aminatur Rizqiyah, pengelola Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang, Ahad (09/01/2022).
 

Menurutnya. perempuan adalah makhluk sosial sebagai subjek kehidupan, yang kehadirannya membawa perdamaian dan menjadi mitra menuju kemaslahatan. 
 

“Karena sejatinya, yang namanya manusia pasti memiliki hak kebebasan dari segala macam kekerasan dan diskriminasi,” ungkapnya usai menggelar refleksi 2021 menuju resolusi 2022 di Taman Kota Sampang. 
 

Aminatur Rizqiyah mengatakan, kegiatan bertujuan sebagai proses perenungan dan analisis diri sendiri. Hal tersebut dalam merefleksikan perubahan yang dirasakan oleh anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang.
 

"Baik secara individu maupun atas nama komunitas dari sebuah harapan yang sudah dan belum dicapai di tahun 2021 dan resolusi 2022 dalam mewujudkannya," ucapnya kepada NU Online Jatim.
 

Dari kegiatan ini, perempuan yang juga aktif sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sampang ini berharap, adanya komitmen bersama untuk saling bersinergi. Juga saling memberi energi positif untuk peduli, menguatkan dan mendukung antarperempuan.  
 

Dijelaskan, hasil dari refleksi yang diungkapkan melalui perasaan, pesan dan kesan para anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang bahwa proses perjalanan sebagai anugerah hidup yang patut disyukuri.
 

"Sehingga suara perempuan bersatu dalam kepedulian dan sekolah ini sebagai teladan ketahanan komunitas dari perempuan oleh perempuan dan untuk perempuan dalam mewujudkan kemaslahatan, kesejahteraan dan kesetaraan untuk hidup dalam damai," tegasnya. 
 

Diungkapkan pula, pada tahun 2022, sekolah ini akan melaksanakan rekrutmen anggota baru melalui peace camp. Hal tersebut agar banyak perempuan muslim, non-muslim dan disabilitas memiliki wadah untuk berekspresi bersama, tanpa memandang perbedaan dan bersatu tanpa pamrih. 
 

Menurut salah seorang anggota, Ummu Kulsum bahwa sekolah perempuan sarana berproses untuk bisa mengetahui bagaimana cara menghargai diri sendiri dan orang lain. 
 

“Sebab sebuah pilihan atas segala sesuatu yang dirasakan, akan dimulai dari diri dan berakhir pada diri sendiri," tuturnya.


Editor:

Madura Terbaru