• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Madura

Saat Mantan Aktivis Ansor Motivasi Peserta PKD di Sampang

Saat Mantan Aktivis Ansor Motivasi Peserta PKD di Sampang
KH Aliyadi Mustofa saat memberikan sambutan. (Foto: NOJ/ Fahromi N)
KH Aliyadi Mustofa saat memberikan sambutan. (Foto: NOJ/ Fahromi N)

Sampang, NU Online Jatim

KH Aliyadi Mustofa, mantan aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor memberikan motivasi kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilaksanakan Pimpinan Ranting PR GP Ansor Karang Anyar, Ketapang, Kabupaten Sampang, Ahad (19/12/2021).
 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di aula Yayasan Sosial dan Pendidikan Al-Hasani Karang Anyar itu, Kiai Aliyadi menyampaikan tentang NU hingga keharusan berkhidmah di jamiyah yang didirikan para ulama tersebut.
 

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur itu juga memaparkan bahwa berdasarkan hasil riset yang dikeluarkan oleh lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), NU didaulat sebagai ormas terbesar di Indonesia. 
 

Ia mengatakan, NU ada di posisi teratas dengan jumlah persentase 49,5 persen dari total sekitar 250 juta penduduk Indonesia dengan 87 persen  jumlah penduduk Muslim.
 

"Tidak ada orginisasi besar keagamaan berbasis kenegaraan yang menganut nilai-nilai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah selain Nahdlatul Ulama. Kita harus berbangga menjadi warga dan anggota NU," ucapnya.
 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan agar jangan mementingkan urusan perut ketika berkhidmat di NU. Ia mengutip perkataan Saiyidina Ali bin Abi Thalib bahwa barang siapa yang hidupnya disibukkan dengan urusan perut, maka tidak ada bedanya dengan yang dikeluarkan perut.
 

"Berkhidmat di NU adalah tugas mulia untuk mengawal ajaran islam Ahlussunnah wal Jamaah," paparnya.
 

Kiai Aliyadi juga menekankan, sebagai warga Madura harus mengetahui sejarah bahwa lahirnya NU sebagai organisi terbesar di dunia dari para kekasih Allah. Jika tidak NU, maka ke-Maduraan-nya perlu dipertanyakan.
 

 

"Nahdlatul Ulama merupakan jamiyah yang didirikan oleh para waliyullah. Tidak ada alasan untuk tidak mengakui itu bahwa yang mendirikan dan melahirkan NU adalah auliaillah seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syansuri, dan KH Abdul Wahab Hasbullah," tegasnya.


Editor:

Madura Terbaru