• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 11 Agustus 2022

Madura

Begini Ikhtiar NU di Sumenep Menyapa Pengurus Ranting

Begini Ikhtiar NU di Sumenep Menyapa Pengurus Ranting
Kegiatan rihlah MWCNU Bluto Sumenep dalam rangka menyapa pengurus ranting. (Foto: NOJ/Habib)
Kegiatan rihlah MWCNU Bluto Sumenep dalam rangka menyapa pengurus ranting. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang komplit perlu digerakkan secara sistemik dan tepat guna. Hal tersebut akan tercapai jika instrumen dari atas hingga lapisan bawah digerakkan dan dilakukan inventarisasi kondisi di lapangan secara menyeluruh. Sehingga kebijakan dan keputusan yang diambil dalam pelaksanaan program yang dicanangkan sesuai dengan persoalan riil di akar rumput.

Untuk mencapai hal itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto Sumenep melaksanakan rihlah atau kunjungan ke Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang ada. Kegiatan yang termasuk dalam serangkaian 'Tahlil Akbar dan Konsolidasi Ranting' ini dilaksanakan sejak Jumat (12/03/2021) hingga Selasa (16/03/2021).

Taufikkurrahman selaku ketua pelaksana kegiatan ini menuturkan, bahwa rihlah merupakan bagian penting dalam suatu organisasi. Mengingat hal tersebut bertujuan untuk memperoleh data yang valid dan lengkap terkait kondisi di lapangan.

"Terutama dalam hal keberlangsungan dan eksistensi kepengurusan di tingkat ranting. Mengingat, ranting adalah ujung tombak gerakan NU," ujarnya kepada NU Online Jatim, Senin (15/03/2021).

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) MWCNU Bluto ini menambahkan, ketika MWCNU sudah memiliki data yang akurat dan komprehensif, maka program dan kegiatan yang diusung akan dapat didasarkan pada kebutuhan jamaah.

"Tujuan lainnya ialah untuk menguatkan ranting serta memelihara jalinan silaturahim dengan PRNU se-Kecamatan Bluto," imbuhnya.

Pria yang saat ini juga diberi amanah sebagai Bendahara Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini pun menjabarkan terkait proses pelaksanaan rihlah.

 

Disebutkan bahwa rihlah tersebut dilakukan oleh beberapa tim, dengan masing-masing tim terdiri dari enam orang, meliputi unsur syuriah, tanfidziyah, dan lembaga.

"Tim tersebut kemudian dibagi ke dalam lima zona. Dan masing-masing zona terdapat empat hingga lima ranting," kata Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo ini.

Namun demikian, sebelum diamanatkan untuk melaksanakan rihlah, tim yang bertugas terlebih dahulu dibekali beberapa hal yang berkaitan dengan prosedur dan teknik pelaksanaan.

"Hal-hal yg harus dilakukan oleh tim rihlah tersebut yaitu menyampaikn surat pemberitahuan, lalu mengisi quisioner rihlah yang disediakan berdasarkan fakta. Dalam quisioner rihlah ini terdapat 17 pertanyaan
pemantik, meliputi soal kepengurusan, kegiatan, keumatan, potensi,serta masalah yang melingkupi," jelasnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura ini menyebutkan, bahwa inventarisasi data yang berdasarkan quisioner rihlah tersebut diperoleh, selanjutnya akan dilakukan pleno atau diskusi di tingkat MWCNU. Hal ini untuk dilakukan pemetaan potensi dan persoalan di masyarakat, untuk kemudian dicarikan solusi dan pemecahannya.

"Bahkan, juga bisa direkomendasikan kepada PCNU Sumenep untuk dijadikan road map atau skala prioritas program, utamanya dalam penguatan ranting," tegasnya.

Secara terpisah, Ustadz Mosa selaku Ketua MWCNU Bluto cukup apresiatif atas kegiatan ini. Sebab, hal ini merupakan tindakan awal menuju penguatan ranting sebagaimana yang dicanangkan PCNU Sumenep dalam konferensi.

"Oleh karena itu, kami memohon dukungannya kepada semua pihak, utamanya pengurus dan Nahdliyin di akar rumput, demi suksesnya kegiatan ini," pungkas dia.

Editor: Syaifullah

 


Editor:

Madura Terbaru