• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Madura

Bupati Bangkalan Imbau Warga Tak Perlu Khawatir Konsumsi Daging Sapi

Bupati Bangkalan Imbau Warga Tak Perlu Khawatir Konsumsi Daging Sapi
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengimbau warga agar tidak perlu khawatir mengonsumsi daging sapi di tengah maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu disampaikannya pada pelaksanaan apel akbar Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia di Alun-alun Kabupaten Bangkalan, Kamis (30/06/2022).


Ra Latif, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa PMK tidak menular kepada manusia. Sehingga dagingnya bisa dikonsumsi asalkan diproses sesuai prosedur.


“Andai pun kita menyembelih sapi yang pernah sakit PMK, ini juga dagingnya sehat untuk dikonsumsi asalkan kepala, kaki dan jerowannya itu dibuang,” kata Ra Latif.


Sejak adanya wabah PMK, banyak masyarakat khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Hal ini kemudian berimbas kepada pendapatan pedagang sapi dan juru sembelih atau jagal yang turun drastis.


“Sampai saat ini para penjual daging sapi maupun jagal ini omsetnya menurun drastis. Jadi saya sampaikan sekali lagi, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Mari kita menyampaikan informasi ini pada masyarakat yang lain, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk mengonsumsi daging sapi,” jelasnya.


Tidak hanya itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga hewan ternak agar tidak tertular PMK, salah satunya dengan memberikan vaksin kepada sapi yang masih sehat.


“Sementara ini kita sudah melakukan vaksin di kecamatan-kecamatan untuk sapi sehat. Masyarakat sekarang ini sudah banyak memahami terkait dengan PMK. Karena PMK ini virus yang mudah sekali tertular bagi sapi yang sehat,” katanya.


Terkait penanganan PMK ini, warga Bangkalan diingatkan agar memberikan obat-obatan herbal kepada hewan ternak sebagaimana yang sudah disosialisasikan pemerintah setempat. Hal ini menjadi alternatif selagi menunggu pengadaan obat dari pemerintah.


“Jadi, kita juga masih menunggu arahan dari Provinsi Jawa Timur terkait pengadaan obat,” pungkasnya.


Madura Terbaru