• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

Dikenal Alim dan Zuhud, Kiai Imron Mustasyar NU di Sumenep Wafat

Dikenal Alim dan Zuhud, Kiai Imron Mustasyar NU di Sumenep Wafat
KH Imron Syahruddin, Mustasyar MWCNU  Pragaan, Sumenep, dikenal alim dan zuhud. (Foto: NOJ/ Firdausi)
KH Imron Syahruddin, Mustasyar MWCNU  Pragaan, Sumenep, dikenal alim dan zuhud. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Kabar duka tersiar di lingkungan Nahdliyin Sumenep. Mustasyar Majelis Wakil Cabanng Nahdlatul Ulama (MWCNU)  Pragaan, Sumenep, KH Imron Syahruddin wafat pada Rabu (22/09/2020) malam, pukul 23.23 WIB.

 

Jenazah kiai sepuh yang dikenal alim dan zuhud tersebut akan dikebumikan Kamis (23/09/2021) pagi, pukul 08.00 WIB. Lokasi pemakamannya di sebelah barat pesantrennya, yakni Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Pakamban Laok, Pragaan, Sumenep.

 

Kiai Abd Warits Anwar selaku menantu almarhum membenarkan kabar duka tersebut. Disebutkan oleh Kiai Warits Anwar, khidmat  almarhum kepada NU sangatlah kuat.

 

“Walau dalam keadaan sakit, ketika mendengar kata NU, beliau langsung kelihatan sehat dan segar bugar. Seakan-akan beliau langsung sembuh,” kata Wakil Rais MWCNU Pragaan tersebut saat dikonfirmasi NU Online Jatim.

 

Kiai Warits Anwar juga menceritakan, suatu ketika Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep sowan ke Kiai Imron. Secara tiba-tiba almarhum langsung sehat. Namun, ketika tamu rombongan sudah pulang, ia kembali ke kondisi semula atau sakit.

 

“Bahkan, meski dalam kondisi tidak sehat, almarhum kerap menyempatkan diri hadir ke acara-acara NU, semisal peringatan Hari Santri, Pekan Rajabiyah, dan lainnya. Biasanya, ia ke acara menggunakan kursi roda. Dan banyak warga NU yang mengetahui hal ini,” kenang Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Cabang Pragaan itu.

 

Biasanya ketika menghadiri acara-acara ke-NU-an, lanjut Kiai Warits Anwar, almarhum kerap senang berkisah  tentang sejarah NU di masa lalu pada kader. Tujuannya tidak lain untuk dijadikan pelajaran bagi kader masa kini

 

“Beliau pernah bilang, pengurus NU zaman dulu, surat undangan saja bukan langsung disebar. Tetapi ditirakati terlebih dahulu agar menggerakkan jamaah dan jam'iyah,” ungkapnya.

 

Secara silsilah, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al-Furqon Guluk-Guluk Kiai Ahmad Irfan AW menjelaskan, garis keturunan Kiai Imron terdapat tiga jalur. Pertama, jalur Arongan yakni Kiai Imron Syahruddin bin Kiai Syahruddin bin Nyai Ma’iyah binti Kiai Sama’uddin bin Kiai Harun bin Kiai Abd Akhir Arongan.

 

Sedangkan untuk jalur kedua adalah Gerrasem, yaitu Kiai Imron Syahruddin bin Kiai Syahruddin bin Nyai Ma’iyah binti Nyai Sanuri binti Kiai Abd Kiya bin Kiai Muhammad Rowi Gerassem.

 

“Jalur ketiga adalah keturunan Sumber Anyar. Yakni, Kiai Imron Syahruddin bin Nyai Zahroh binti Kiai Abd Lathif bin Kiai Ruham Kembang Kuning bin Nyai Nuri binti Kiai Muhammad Zubair Sumber Anyar,” tutur Kiai Irfan.

 

Editor: A Habiburrahman


Madura Terbaru