• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Madura

Ketua Muslimat NU Sumenep Ajak Ciptakan Keluarga Sejahtera

Ketua Muslimat NU Sumenep Ajak Ciptakan Keluarga Sejahtera
Ny Hj Dewi Khalifah beri pengrahan pada pengurus PAC Muslimat NU Pragaan. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Ny Hj Dewi Khalifah beri pengrahan pada pengurus PAC Muslimat NU Pragaan. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Pragaan menghelat Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumenep, Sabtu (18/09/2021). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah mengatakan, keluarga merupakan suatu komunitas kecil dalam masyarakat yang di dalamnya ada kepala rumah tangga atau ayah dan ibu yang membimbing anaknya hingga dewasa.

 

“Baiti jannati adalah gambaran surga. Yang dimaksud itu adalah rumah tangga yang adem atau keluarga sempurna, anaknya shalih dan shalihah, gemar bersilaturrahim, rajin beribadah, dan lainnya,” ujarnya saat memberikan pengarahan.

 

Ny Eva menganalogikan rumah besar dan harta melimpah, namun suami istri sering bertengkar. Ditambah lagi anak tidak betah di rumah, maka dikategorikan keluarga yang kurang sehat.

 

“Jika tidak sehat, walaupun makan sate gulai, rasanya tidak terasa nikmat. Sebab keluarganya tidak terwujud kesejahteraannya,” katanya.

 

Wakil Bupati Sumenep tersebut menjelaskan, sebaik-baiknya keluarga adalah sakinah mawaddah wa rahmah.

 

“Yang dikatakan sakinah adalah suami istri saling melengkapi dan menguatkan antar satu sama lain. Bila diamalkan, maka akan muncul ketenteraman dalam rumah tangga,” teragnya.

 

Dijelaskan pula, jika orang tua meninggal dunia, masih ada pihak keluarga yang bisa diajak bermusyawarah atau saat memecahkan suatu masalah. Sebaliknya jika suami wafat, sepertinya tidak ada yang bisa diajak bermusyawarah.

 

“Saat suami masih sehat, kita sering mencurahkan segala problem rumah tangga dan suami menenangkan istrinya. Ketika dipanggil ke haribaan Allah SWT, kita akan menangis kepada-Nya. Jadi lagunya Anang Hermansyah ‘Separuh Jiwaku Pergi’  ada benarnya juga,” curahnya.

 

Dilanjutkan, mawaddah adalah rasa cinta kasih yang dimaknai secara luas. Sedangkan rahmah kasih sayang.

 

“Ketiga hal tersebut (sakinah mawaddah warahmah) harus diketuk tularkan pada anak cucu kita. Jangan sampai keturunan kita menjadi fitnah. Ini ujian bagi orang tua. Dengan kegiatan ini lah diberi nama bina keluarga remaja. Karena ibu-ibu memiliki anak yang usianya masuk pada kategori remaja. Sedangkan tugas Muslimat adalah menciptakan putra-putri yang shalih dan shalihah,” ungkapnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate Sumenep itu meminta untuk mendoakan anaknya setiap waktu. Sebab doa orang tua mustajab, terutama doa ibu.

 

“Kalau anaknya menghadapi ujian, berpuasalah (orang tua). Jika khatam Al-Qur’an, tasyakuran. Karena itu bagian dari doa orang tua,” harapnya.

 

Tak hanya itu, dirinya juga mewanti-wanti untuk menjaga pendidikan anak sejak dini. Karena anak adalah amanah yang harus dididik sesuai dengan anjuran Nabi.

 

“Punya anak ibarat beli kain. Walaupun kainnya terbuat dari sutera, namun salah saat menjahit, maka hasil jahitannya tidak layak dilihat oleh mata. Sebaliknya kain yang jelek, namun jahitannya sempurna dan dijadikan bendera, maka akan dihormati oleh orang lain,” tuturnya saat menyitir pesan Almaghfurlah KH Safradji.

 

Adanya program penyuluhan ini agar generasi muda tidak terlibat pada pergaulan negatif. Seperti halnya kasus anak usia 13 tahun yang wafat disebabkan meminum oplosan bersama temannya.

 

“Pergaulan anak harus diperhatikan. Jika hewan ternaknya tidak pulang ke kandangnya dicari. Namun anaknya tidak pulang ke rumah tidak dicari. Ingat, orang tua adalah filter dalam keluarga. Jika dibiarkan, akan ada penyesalan di kemudian hari,” tegasnya.

 

Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumenep tersebut mengutarakan, nilai positif dari kegiatan ini adalah para kader akan mendapatkan materi bina keluarga lansia.

 

 

Karena di usia 40 tahun ke atas, penyakit rentan menyerang manusia. “Untuk mengantisipasinya, ada program Posyandu usia lanjut. Ibu-bu bisa mencegah dengan mengontrol tekanan darahnya, mengecek kesehatannya lewat hasil laboratorium. Kebiasaan warga kita adalah mengecek kesehatan ketika sudah dirujuk ke rumah sakit ataupun Puskesmas,” ujarnya.

 

“Perlu diketahui, tugas Muslimat menciptakan para lansia yang produktif, dan menjaga kesehatan lansia, baik di sisi kebersihan, pengobatan, dan sejenisnya. Mudah-mudahan amal kita dicatat oleh Allah SWT dalam menjalankan program ini,” tandasnya.

 

Editor: Romza​​​​


Editor:

Madura Terbaru