• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Madura

Habib Abdul Qodir Ungkap Cara Mendapatkan Anak Shalih

Habib Abdul Qodir Ungkap Cara Mendapatkan Anak Shalih
Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud di acara Isra' Mi'raj di Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud di acara Isra' Mi'raj di Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud mengatakan bahwa cara pintas mendapatkan anak shalih adalah dengan berkhidmat pada orang shalih. Tak perlu dipuji jika orang atasan lupa pada jasanya, sebab orang shalih tidak akan lupa di dunia, barzah dan akhirat.


Hal itu disampaikan Habib Abdul Qodir saat mengisi peringatan Isra’ Mi’raj di Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (23/02/2022). Dia menegaskan, tidak rugi berkhidmat terhadap orang-orang shalih dan punya perhatian pada keturunanya. Dengan jalan itu maka keberkahan akan datang.


“Mereka akan mengirimkan paket yang ia dapatkan dari Allah SWT yang kemudian disampaikan pada keturunan kita. tujuh turunan bakal jadi orang shalih. Jangan ragu pada orang shalih, walaupun kita tidak shalih,” ujarnya.


Nah, berjuang di NU juga bagian dari berkhidmat kepada orang shalil. Untuk mendapatkan berkah orang shalih, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pengurus dan kader NU. Pertama, taslim atau harus pasrah. Jangan hanya di lisan saja, tapi dimantapkan di hati.


“Kalian yang berkhidmat di NU, jangan kira muassis tidak tau. Yang tulus, setengah-tengah, terpotret semua. Kenapa Anda dipilih walaupun dirinya tidak pantas berkhidmat di NU? Ketahuilah mereka yang memohon kepada Allah agar kalian berkhidmat,” terangnya.


Menurut Habib Abdul Qodir, seorang kader mendapatkan izin dari masyaikh untuk berkhidmat di NU agar dosanya diampuni oleh Allah, diangkat derajatnya oleh Allah, agar memiliki keturunan yang shalih. Muassis ingin menjadikan pendamping di akhirat nanti dan muassis ingin memasukkan ke rombongan Nabi untuk masuk ke surga-Nya.


Yang kedua, lanjutnya, memiliki adab. Para pendahulu bukan mencari dunia, tetapi lebih dari itu, yakni menyelamatkan umat dan aqidahnya. Karena NU adalah hadiah terbesar untuk Indonesia, disadari atau tidak, jika tidak ada perahu NU entah seperti apa nasib bangsa ini. Ketiga adalah husnudzan. Siapa pun memiliki sikap itu tak akan rugi walaupun mereka salah.


Madura Terbaru