• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Madura

Jelang Lebaran, LAZISNU di Sumenep Santuni Anak Yatim Puluhan Juta

Jelang Lebaran, LAZISNU di Sumenep Santuni Anak Yatim Puluhan Juta
Suasana santunan anak yatim di kediaman KH Moh Rasyad. (Foto: NOJ/Firdausi)
Suasana santunan anak yatim di kediaman KH Moh Rasyad. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, anak yatim dan dhuafa menjadi perhatian khusus dari semua kalangan. Salah satunya NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting NU Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep menyantuni anak yatim dan dhuafa puluhan juta rupiah. Penyaluran santunan dipusatkan di kediaman KH Moh Rasyad di Dusun Bulu, desa setempat, Ahad (07/04/2024).


Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung, Kiai Zubaidi Ismail mengatakan, kegiatan peduli anak yatim dan dhuafa ini rutin dihelat menjelang lebaran. Pengurus menyantuni anak yatim sebanyak 4 kali dalam 1 tahun, yakni saat bulan Muharram, Ramadhan, Maulid Nabi, dan Idul Adha.


Guna mempermudah pendataan dan pengelolaan, Ranting NU Jaddung memiliki Unit Pengelola Zakat, Infaq dan Shadaqah (UPZIS) di setiap Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU). Artinya, pendataan tidak terpusat di tingkat ranting semata, tapi PAR yang ada di masing-masing dusun aktif mendata dan melakukan pengelolaan, kemudian disetorkan kepada pengurus ranting setempat.


“Alhamdulillah, tingkat kepercayaan donatur kepada kami tetap ada. Setiap pentasharrufan, kami istiqamah menyampaikan bukti penyaluran kepada mustahiq. Dan mereka tidak hanya dari kalangan masyayikh, pengurus, dan aghniya yang ada di Desa Jaddung, melainkan ada juga yang datang dari luar desa. Sebut saja dari Sidoarjo, Pamekasan, dan sebagainya,” ujarnya.


Untuk tahun ini, pihaknya tidak mengundang dhuafa yang rata-rata dari kalangan lansia atau janda tua. Pengurus LAZISNU setempat ingin mempermudah penyaluran secara door to door atau penyalurannya diberikan langsung ke kediamannya.


“Kasihan, bilamana para dhuafa yang notabene dari kalangan lansia hadir ke sini saat penyerahan simbolis. Pengurus sepakat memberikan santunan ke rumahnya melalui LAZISNU di tingkat PARNU,” tegasnya.


Di saat yang sama, Ketua NU Care-LAZISNU Jaddung, Muhammad Khazin melaporkan, penyaluran santunan tunai kepada anak yatim dan dhuafa Rp19.690.000. Adapun rinciannya adalah anak yatim Rp 11.590.000 dan dhuafa Rp 8.100.000.


Disebutkan, ada 38 anak yatim yang mendapatkan santunan tunai. Setiap anak yatim mendapatkan Rp 305.000. Total dhuafa sebanyak 162 orang, setiap dhuafa mendapat santunan tunai Rp 50.000.


“Sebagaimana yang kami lakukan setiap tahun, setiap santunan yang dilakukan 4 kali setahun, kegiatan sosial ini bersifat kolaboratif. Artinya, kami memberikan pintu kepada siapapun yang ingin memberikan santunan kepada yatim dan dhuafa,” ungkapnya.


Untuk tahun ini ada enam organisasi dan perseorangan yang menyantuni mereka, antara lain Kiai Mursyid Bendahara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Subairi Ismail donatur asal Sidoarjo, Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Jaddung, PR Fatayat NU Jaddung, dan NU Care-LAZISNU MWCNU Pragaan.


“Jadi, para mustahiq tidak hanya mendapatkan 1 amplop saja, tetapi lebih dari 1 amplop yang isinya berbeda,” tandasnya.


Madura Terbaru