• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Madura

Jelang Pesta Demokrasi, Banyak yang Mendekati NU

Jelang Pesta Demokrasi, Banyak yang Mendekati NU
Partai politik mulai mendekat ke NU untuk mendapatkan limpahan suara massa. (Foto: NOJ/LPr)
Partai politik mulai mendekat ke NU untuk mendapatkan limpahan suara massa. (Foto: NOJ/LPr)

Bangkalan, NU Online Jatim
Perjalanan masyarakat Indonesia menuju pesta demokrasi 2024 saat ini sudah ramai dipersiapkan. Baliho di sepanjang jalan pun marak memperlihatkan beberapa tokoh politik yang digadang-gadang akan maju memperebutkan kursi RI 1.
 

“Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa hampir 70 persen dari total penganut Islam di Indonesia menjadi sasaran empuk rebutan para partai politik,” kata Surokim, Rabu (26/01/2022).
 

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu POlitik (Fisipol) Universitas Trunojoyo Madura tersebut dunia perpolitikan di Indonesia memang dinamis dan cair. Sehingga rata-rata partai politik berusaha mendekat ke NU untuk mendapatkan limpahan suara massa. 
 

“Namun yang perlu digarisbawahi, pemilih dari kalangan Nahdliyin hingga saat ini masih relatif lebih condong terhadap partai yang memiliki historis dengan NU sendiri yakni PKB hingga PPP,” jelasnya. 
 

Hal tersebut terjadi karena berasal dari pengaruh para kiai dan ulama NU terdahulu. Karena sudah menitipkan pilihan kepada partai dengan ideologi yang sama. 
 

"Pemilih Nahdliyin yang sami’na waatha’na harus diakui masih dominan hingga saat ini, khususnya yang ada ritual kawasan pedesaan,” jelasnya. 
 

Preferensi mereka terhadap parpol selama ini ikut patronnya, yakni para kiai dan ulama. Dalam sejarahnya memang diakui parpol seperti, PKB dan PPP relatif memiliki kedekatan dengan banyak kiai dan ulama, sebagai patron umat. 
 

“Sebagai rujukan, selama ini cukup mendapat dukungan signifikan dari Nahdliyin," kata dia.
 

Surokim katakan, peran partai yang memang lahir dari NU harus lebih berperan penting dalam melayani jamiyah sendiri. Karena memang tonggak politik dan kepentingan NU murni diperjuangkan oleh partai berbackground warma hijau tersebut. 
 

"Jadi menurut saya partai yang punya sejarah dan relasi ideologis cukup dekat yang semestinya meningkatkan peran melayani NU. Agar tetap mendapat dukungan signifikan dalam hal ini PKB dan PPP," pungkas dia.


Editor:

Madura Terbaru