• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Madura

Katib NU Sumenep: Pengurus Ranting Sosok Ikhlas Mengabdi

Katib NU Sumenep: Pengurus Ranting Sosok Ikhlas Mengabdi
Katib PCNU Sumenep, Kiai Muhammad Bahrul Widad. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shodiqin)
Katib PCNU Sumenep, Kiai Muhammad Bahrul Widad. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shodiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Muhammad Bahrul Widad menjelaskan, bahwa Pengurus Ranting di tubuh organisasi NU merupakan orang-orang yang ikhlas tanpa pamrih dalam mengabdi pada jamiyah.


Penegasan itu disampaikan saat acara Konsolidasi Bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang bersama seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PPRNU) se-Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Ahad (02/01/2022).


"Pengurus Ranting adalah kekuatan jamiyah Nahdlatul Ulama. Makanya, saat ini PCNU Sumenep fokus dalam penguatan ranting," ujar Kiai Bahrul.


Menurutnya, penamaan ranting hanya istilah dalam memperluas NU ke berbagai tingkatan. Istilah ranting diambil karena tumbuh belakang. Namun, apabila dilihat dari kiprahnya, penamaan yang sepadan justru akar, bukan ranting.


"Dinamakan ranting karena tumbuhnya belakangan. Padahal, sebenarnya di tingkat desa itu bukan ranting, tetapi akar," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bustan III Gapura, Sumenep itu.


Kiai Bahrul menambahkan, tolak ukur pengabdian seorang Nahdliyin di NU tidak diukur di kepengurusan mana ia berkhidmat, karena itu hanyalah casing atau tampilan luar saja.


Namun, yang menjadi ukuran utama ialah keikhlasan dalam memperjuangkan ajaran dan nilai-nilai NU. Menurutnya, orang-orang yang ikhlas di tingkat ranting akan diberi balasan yang lebih oleh Allah SWT.


"Makanya, sangat luar biasa orang-orang yang aktif di ranting. Orang-orang di ranting yang akan tinggi derajatnya di hadapan Allah SWT," pujinya.


Terakhir, ia menjelaskan kesamaan Pengurus Ranting dengan sahabat Ansor ketika ditanya oleh Nabi Muhammad SAW perihal jabatan apa yang diinginkan. Kala itu, sahabat Ansor menjawab, bahwa ia tidak membutuhkan apa-apa selain maghfirah dari Allah. Bagi sahabat Ansor, pengampunan dari Allah di atas segalanya.
 


"Sama dengan pengurus ranting ini, yang tidak butuh jabatan dan pangkat. Ia hanya ingin mendapatkan barokah dari KH M Hasyim Asy'ari dan Nabi Muhammad SAW," pungkasnya.


Madura Terbaru