• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Madura

Rais NU Ungkap Cikal Bakal Berdirinya Jamiyah di Sumenep

Rais NU Ungkap Cikal Bakal Berdirinya Jamiyah di Sumenep
KH Hafidzi Syarbini (dua dari kanan) saat menyampaikan taujihad pada seluruh pengurus MWCNU dan PRNU se-Kecamatan Guluk-Guluk. (Foto: NOJ/ Firdaus).
KH Hafidzi Syarbini (dua dari kanan) saat menyampaikan taujihad pada seluruh pengurus MWCNU dan PRNU se-Kecamatan Guluk-Guluk. (Foto: NOJ/ Firdaus).

Sumenep, NU Online Jatim

Usai mengikuti Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melanjutkan program utamanya, yakni penguatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ranting NU. 

 

Kali ini yang disapa adalah MWCNU dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Guluk-Guluk, Sabtu (01/01/2022). Acara dipusatkan di auditorium Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee Guluk-Guluk, Sumenep.

 

Rais PCNU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini mengatakan, bersilaturrahim dengan ulama bagian dari rahmat, terlebih berkumpul di Guluk-Guluk. Karena cikal bakal lahirnya NU Sumenep ada di Kecamatan Guluk-Guluk. Sang muassisnya adalah Almaghfurlah KH M Ilyas Syarqawi.

 

“Kalau tidak ada Guluk-Guluk, tak mungkin ada PCNU Sumenep. Artinya, akar sejarah NU Sumenep ada di sini, khususnya di pesantren Annuqayah. Jika ranting tidak aktif, maka pengurus tersebut tidak meneruskan tongkat estafet muassis,” ujarnya saat menyampaikan taujihad.

 

Dijelasakan pula, acara ini digelar agar pengurus cabang sampai ke tingkat ranting dapat melihat wajah aslinya sendiri atau bahan muhasabah. 

 

"Kami tidak akan menyalahkan ranting jika programnya tidak berjalan sesuai Rapat Kerja (Raker). Sebaliknya, jika ada pengurus ranting yang telah dilantik, lalu tidak aktif selama 5 tahun. Berarti dia tidak malu sama perjuangan Kiai Ilyas Syarqawi,” ungkapnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu mengimbau agar di acara ini pengurus MWCNU dan Ranting NU menyampaikan programnya. Baik di sisi kelebihan dan kekurangnya agar pengurus bisa mengevaluasi diri.

  

“Jadi pengurus NU harus sabar. Jangan mencari kemenagan, jangan takut disalahkan oleh orang lain. Itu sudah biasa di NU. Pengurus tak usah marah dan membenci orang lain ketika disudutkan oleh pihak lain. Doakan orang-orang yang memusuhi dan membenci kita,” pintanya.


Editor:

Madura Terbaru