• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Madura

Ketua IPNU di Sumenep Ini Ungkap Rahasia Lolos SNMPTN di Unair

Ketua IPNU di Sumenep Ini Ungkap Rahasia Lolos SNMPTN di Unair
Rizky Rhamadani, Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nasyrul Ulum, Aengdake, Bluto, Sumenep, Madura, yang lolos SNMPTN di Unair. (Foto: NOJ/AH)
Rizky Rhamadani, Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nasyrul Ulum, Aengdake, Bluto, Sumenep, Madura, yang lolos SNMPTN di Unair. (Foto: NOJ/AH)

Sumenep, NU Online Jatim

Jawa Timur berada di posisi puncak pendaftar yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021. Provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini berhasil meloloskan sebanyak 16.998 pelajar dari 85.146 total pendaftar. Salah satunya ialah Rizky Rhamadani, Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nasyrul Ulum, Aengdake, Bluto, Sumenep, Madura.

 

Rizky, begitu ia akrab disapa, berhasil menyisihkan pendaftar lain dan diterima di Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Pria dua bersaudara ini mengaku bangga dan senang karena telah diterima di kampus terkemuka di tanah air ini.

 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali akhirnya diterima di kampus tersebut sesuai dengan jurusan yang saya inginkan. Saat ini saya tinggal mempersiapkan berkas-berkas untuk proses daftar ulang nanti,” katanya kepada NU Online Jatim, Jumat (26/03/2021).

 

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nasyrul Ulum jurusan Agribisnis dan Pengolahan Hasil Perikanan ini mengaku, mengambil jurusan tersebut karena dirinya memang memiliki ketertarikan dalam dunia perikanan, khususnya pengolahan hasil perikanan.

 

Sejak awal, pria yang sehari-hari rajin shalat tahajud dan shalat dhuha ini selalu berdoa dan memohon pertolongan kepada sang Maha Segalanya, agar diloloskan dalam seleksi ini. Dirinya menyebutkan, bahwa setiap selesai shalat lima waktu, doa-doa terus ia panjatkan kepada sang pencipta.

 

“Bahkan, sejak dua pekan sebelum pendaftaran hingga sekarang, selepas Maghrib hingga Isyak, saya berdzikir memohon pertolongan kepada Allah SWT. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa saya dan orang tua, hingga akhirnya diterima di jurusan dan kampus yang saya inginkan,” ujarnya senang.

 

Pria kelahiran tahun 2003 ini merupakan tipikal pelajar yang pandai, organisatoris, dan suka membantu keluarga. Terbukti, sejak semester awal dirinya kerap kali menjadi juara kelas. Selain aktif di organisasi pelajar NU, sehari-hari ia kadangkala juga membantu menjaga toko kelontong milik saudaranya di rumah.

 

“Meskipun kadang harus jagain toko milik kakak dan aktif di organisasi, saya juga tidak melupakan kewajiban saya untuk belajar yang tekun. Karena saya berkeyakinan, untuk menjadi orang sukses memang harus rajin belajar,” tuturnya.

 

Ia pun berpesan kepada pelajar NU lainnya agar tetap semangat belajar dalam segala kondisi. Teruslah istiqomah belajar dan memotivasi diri agar tetap fokus dengan kewajiban awal sebagai pelajar.

 

“Janganlah memikirkan hal-hal yang membuat khawatir dan cemas. Apapun kesibukan dalam keseharian kita, teruslah semangat belajar dengan tekun. Karena memang itulah kewajiban kita sebagai insan pelajar NU,” pungkasnya.

 

Editor: Nur Faishal


Madura Terbaru