• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

Ketua LDNU Sumenep Eksplor Model Dakwah Mauidhah Hasanah

Ketua LDNU Sumenep Eksplor Model Dakwah Mauidhah Hasanah
Kiai Imam Sutaji pimpin sharing modeling dakwah moderasi beragama. (Foto: NOJ/Firdausi)
Kiai Imam Sutaji pimpin sharing modeling dakwah moderasi beragama. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Ada tiga kaidah dalam berdakwah, yaitu hikmah, mauidhah hasanah (pelajaran yang baik), dan mujadalah billati hiya ahsan (berdebat dengan cara yang baik).

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Imam Sutaji saat acara sharing dan pendidikan modeling dakwah moderasi beragama. Acara ini dihelat oleh forum dai-daiyah Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep, Ahad (07/08/2022) di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.

 

"Di sharing modeling dakwah ini, kami sepakat akan mengeksplor dakwah bil mauidhah hasanah agar menghasilkan kerja nyata. Karena model dakwah yang kedua ini sering dikonotasikan pada bentuk mengingatkan hal-hal yang baik pada individu ataupun kelompok," ungkap Ketua PC LDNU Sumenep itu.

 

Dijelaskannya, model dakwah mauidhah hasanah bisa dilaksanakan di dua tempat, yaitu dunia nyata dan maya yang menyasar pada anak-anak, kaum milenial dan umum.

 

"Caranya bisa berbentuk film animasi, video pendek, tutorial berhijab dan sejenisnya, podcast, komik, menggambar atau mewarnai, lagu, dan sebagainya. Adapun waktunya, bisa bersifat harian, mingguan, bulanan, dan tahunan," terangnya.

 

Selain itu, ia mengimbau kepada seluruh dai-daiyah yang sudah dibentuk bulan lalu saat halaqah untuk menghindari candaan yang kurang etis. 

 

"Saat berceramah, tolong jangan berbicara amplop, walaupun hal itu dijadikan bahan candaan. Dan bahan candaan jangan sampai mengarah ke ponrografi," sergahnya.

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung itu mengajak agar masyarakat bangga dengan identitasnya sebagai Nahdliyin.

 

"Ingat, metode dakwah adalah ilmu yang tidak bisa di ilmui. Ketika masyarakat senang pada penceramah A, ia tidak akan mengundang penceramah B," tandasnya sembari melepas tawa.

 

Di akhir acara, Kiai Imam Sutaji bersama pengurus LDNU akan memilih beberapa gagasan dari para dai daiyah yang sekiranya mungkin direalisasikan sesuai dengan kemampuannya.


Madura Terbaru