• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Madura

Menengok Upaya Aktivis NU di Sumenep Bangun Karakter Anak Yatim

Menengok Upaya Aktivis NU di Sumenep Bangun Karakter Anak Yatim
Pesantren kilat yang diadakan aktivis NU di Sumenep, Madura. (Foto: NOJ/ M Khairussadiqin)
Pesantren kilat yang diadakan aktivis NU di Sumenep, Madura. (Foto: NOJ/ M Khairussadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Didik Suryadi yang merupakan salah satu aktivis Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sumenep yang memiliki perhatian khusus kepada anak yatim. Melalui Yayasan Dapur Yatama Sumenep yang dipimpinnya, Didik mengadakan Pesantren Kilat.


Hal ini untuk membiasakan anak terhadap lingkungan pesantren guna mengisi kekosongan hari libur pasca ujian kelulusan dan kenaikan kelas. 


Pesantren Kilat bertajuk 'Membangun Kemandirian Anak Yatim yang Berkarakter dan Berakhlakul karima dalam Menyongsong Masa Depan' itu dipusatkan di Asrama Dapur Yatama, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget sejak tanggal 01 hingga 07 Juli 2022. 


Didik mengatakan, salah satu alasan kuat mengapa harus menyelenggaran pesantren kilat dikarenakan lingkungan Kalianget masih cukup jarang anak yang dibina di pondok pesantren oleh orang tuanya. 


"Karena di lingkungan Kalianget orang mondok terasa asing. Di lingkungan sini anak yang mondok jarang. Lewat momen liburan ini Dapur Yatama mencoba mengisi liburan anak-anak yatim dengan pesantren kilat selama seminggu," katanya kepada NU Online Jatim, Jumat (08/07/2022). 


Ia menjelaskan, selama kegiatan berlangsung, peserta banyak dibekali dengan pendidikan karakter dan pengetahuan agama melalui pengajian. Selain itu, untuk menjaga agar anak tetap senang dalam belajar, panitia telah menyiapkan berbagai game edukatif yang dapat membuat peserta semakin ceria. 


"Alhamdulillah mereka merasa senang dan betah di sini mengikuti kegiatan yang diisi dengan pengajian, belajar sambil bermain, game edukatif dan pendidikan karakter. Semua mendapat respons positif," ujar Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalianget itu. 


Didik berharap, melalui Pesantren Kilat ini diharap mampu menciptakan generasi masa depan yang baik serta karakter Islami. Selain itu, peserta bisa memiliki kebersamaan pada sesama, jujur, dan akhlak yang baik.


"Di Pesantren Kilat ini kami ajarkan anak yatim bagaimana menjadi mandiri, punya karakter islami, beradab dan memiliki sopan santun," tutupnya. 


Editor:

Madura Terbaru