• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Madura

Aktivis NU Sumenep Gagas Agen Islam Moderat di Forum Ancoms

Aktivis NU Sumenep Gagas Agen Islam Moderat di Forum Ancoms
Kiai Shulhan, saat presentasi gagasan Export Agent Islam Moderat di forum internasional Ancoms. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Kiai Shulhan, saat presentasi gagasan Export Agent Islam Moderat di forum internasional Ancoms. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Kiai Shulhan, anggota Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Sumenep selalu menyumbangkan gagasan melalui berbagai forum ilmiah dan pengajaran dalam perkualiahan dan pesantren yang dibina.


Kiai energik ini berhasil lolos di forum ilmiah internasional 'The Fourth Annual Conference for Muslim Scholars (Ancoms)' yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Surabaya. Kegiatan temu ilmuan tanah air ini dihelat pada 26-27 Februari 2022 di Hotel Premier Place Sidoarjo.


Makalah yang diangkat adalah 'Establishing the Export Agent of Indonesia's Moderate Islam Since the Elementary School Age'. Menurut Kiai Shulhan, terdapat tiga hal penting yang perlu dilakukan untuk menyiapkan kader atau duta eksportir nilai-nilai Islam moderat untuk kawasan global.


“Pertama, pemaknaan kongkret nilai Islam moderat dalam kehidupan nyata dalam bentuk pemodelan, pembuka lingkungan rumah dan sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Ahad (27/02/2022).


Kedua, perlu menyiapkan duta Islam moderat yang mampu menjangkau berbagai lini profesi dan jenjang karir. Cara terbaik menurutnya adalah membentuk penguasaan Bahasa Inggris yang baik, Bahasa Arab, matematika, digital literasi, dan teknologi.


"Bahasa Arab perlu dikuasai agar mampu menelaah ilmu agama Islam melalui sumber asli tanpa bisa interpretasi penerjemah. Matematika dianggap perlu dikuasi agar duta-duta tersebut dapat masuk ke lingkungan masyarakat muslim perkotaan yang menguasi bidang kerja kelas menengah ke atas yang prospektif dan elit," ungkapnya.


Sedangkan ketiga, alumni Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Batuan, asuhan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidhi Syarbini ini menyebutkan, sejak bangku sekolah dasar, anak-anak perlu dikuatkan kemampuan menulis ilmiah dan popular menggunakan Bahasa Internasional.


"Karena salah satu kunci untuk mengeksport Islam moderat Indonesia ialah menyediakan literatur sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bahasa yang mudah diakses secara global," pungkasnya.


Diketahui, Ancoms merupakan acara Internasional yang dibuka secara virtual oleh Menetri Agama RI KH Yaqut Cholil Qoumas. Dalam kegiatan ini, sejumlah pembicara populer tanah air dihadirkan untuk menyampaikan gagasannya.
 


Di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Greg Barton dari Deakin University Melbourne, Alissa Qotrunnada dari Jaringan Gusdurian, dan narasumber lainnya.


Madura Terbaru