• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Madura

Alasan kenapa Syaikhona Kholil Pantas Bergelar Pahlawan Nasional

Alasan kenapa Syaikhona Kholil Pantas Bergelar Pahlawan Nasional
Kiai Makki Nasir bicara soal Syaikhona Kholil di acara GP Ansor Bluto. (Foto: NOJ/Firdausi)
Kiai Makki Nasir bicara soal Syaikhona Kholil di acara GP Ansor Bluto. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

KH Muhammad Makki Nasir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, menceritakan, pengusulan gelar pahlawan untuk Syaikhona Muhammad Kholil berawal dari keprihatinan saat melihat catatan-catatan sejarah NU di tahun 2012. Penelitian pun dilakukan dan tim dibentuk setelah disadari bahwa Syaikhona Kholil pantas mendapatkan gelar tersebut.


“Kami ingin sekali menyinggung Mbah Kholil, karena di catatan tersebut tertulis sebagai pemberi restu berdirinya Jam'iyah NU. Saat itu timbul tanda tanya, kalau memang pemberi restu, kenapa harus ada isyarah? Saat itu belum ada yang membahas,” kata Kiai Makki di acara Seminar Kebangsaan dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bluto di Aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep, Madura, Selasa (22/02/2022).


Jika memang pemberi restu, lanjutnya, mengapa KH R As’ad Syamsul Arifin menyampaikan tongkat dan tasbih kepada Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari di Jombang. Berangkat dari pertanyaan ini, muncul semangat untuk menggali makna tersirat dari isyarah tersebut.


“Saat dibentuk tim, ditemukan jawaban yang mengungkapkan bahwa ada peran Mbah Kholil yang sangat signifikan di dalam membentuk dan mengarahkan santrinya menjadi penggerak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terbukti banyak, santri-santrinya mendapat gelar pahlawan nasional,” ungkapnya.


Menurut cicit Syaikhona Kholil, saat ini bangsa Indonesia ibarat sudah merasakan manisnya buah dari perjuangan para pendiri bangsa. “Buah ini ada pohonnya. Sekarang ini sudah agak matang, maka penting sekali kita menumbuhkan kembali agar ada buah lagi yang bagus,” tutur Kiai Makki.


Di kesempatan yang sama, Muhaimin, Ketua Tim Peneliti Gelar Pahlawan Syaikhona Kholil, mengatakan bahwa pengajuan gelar pahlawan nasional sudah lama dilakukan. Karena Mbah Kholil adalah pahlawan di hati masyarakat dan bangsa Indonesia. “Banyak usulan masyarakat agar Mbah Kholil dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Karena menurut mereka, tidak hanya sebatas pahlawan tetapi melebihi dari kapasitasnya,” ujarnya.


Berangkat dari desakan warga, Pemerintah Daerah (Pemkab) Bangkalan melakukan kajian. Hingga akhirnya warga menuntun Muhaimin menjadi Ketua Tim Pengusung Mbah Kholil Pahlawan Nasional bersama pemkab setempat. “Hasil penelitian dan kajian, hari ini sudah sampai ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI. Bahkan sudah dibahas,” imbuhnya.


Pihaknya optimis pengusulan tersebut dipercepat, karena beberapa kali melakukan studi banding di beberapa daerah di indonesia. Terutama di Jombang tentang pengajuan KH M Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah. Juga ke Situbondo, tim pengajuan kepahlawanan KH R As’ad Syamsul Arifin. Bahkan melakukan studi banding ke tim pengajuan KH Bisri Syansuri yang sudah berjalan lima tahun, namun belum disetujui sebagai pahlawan nasional.


Madura Terbaru