• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Madura

Muslimat NU di Pamekasan Diminta Masifkan Silaturahim ke Pesantren

Muslimat NU di Pamekasan Diminta Masifkan Silaturahim ke Pesantren
Suasana silaturahim PAC Muslimat NU Tlanakan, Pamekasan dengan Ny Hj Shufiatur Rizqiyah. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Suasana silaturahim PAC Muslimat NU Tlanakan, Pamekasan dengan Ny Hj Shufiatur Rizqiyah. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Tlanakan, Pamekasan melakukan silaturahim ke Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep, Sabtu (21/05/2022). Rombongan diterima oleh Ny Hj Shufiatur Rizqiyah mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pamekasan 2 periode bersama putranya, Kiai Zamzami Sabiq Hamid.


Kiai Zamzami Sabiq Hamid selaku Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto mengatakan, bahwa hingga saat ini kedekatan Ny Shufiatur Rizqiyah dengan PAC dan Ranting Muslimat NU se-Pamekasan tetap terjalin.


"Kurang lebih 150 orang yang sowan dan dipimpin oleh Ny Hj Ummul Fadlah," ujar Sekretaris Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep itu.


Sementara itu, Ny Hj Shufiatur Rizqiyah dalam kesempatan itu mengajak kepada kader Muslimat NU agar terus menjalin silaturahim dengan pesantren-pesantren berbasis NU. Hal tersebut karena dengan silaturahim akan memperoleh banyak keberkahan.


"Teruslah menyambung ukhuwah dan sanad keilmuan kepada kiai dan ibu nyai pondok pesantren. Karena semakin dilakukan, maka harakah kalian akan berbuah keberkahan," terangnya.


Di saat yang sama, Ketua PAC Muslimat NU Tlanakan, Ny Hj Ummul Fadlah menjelaskan, bahwa pihaknya sebelum sowan ke Pesantren Nasyrul Ulum, terlebih dahulu melakukan ziarah ke Makam Raja-raja Kabupaten Sumenep di pasarean Asta Tinggi.


“Selain itu, kami juga berziarah ke sejumlah maqbarah di Kabupaten Sumenep,” tutur Nyai Ummul Fadlah.


Terkait silaturahim yang dilakukan, pihaknya mengaku hal itu untuk menyambung sanad, baik keilmuan dan hal lainnya, dengan sejumlah tokoh pesantren. Selain itu, menurutnya dilakukan guna mendapatkan arahan tentang ke-NU-an guna meningkatkan khidmat kepada jamiyah.


​​​​​​​"Selain menyambung sanad, kami juga meminta arahan dari pengasuh terkait ke-NU-an dan tips khusus agar mampu merawat peninggalan muassis," pungkasnya.


Madura Terbaru