• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Nabung Bareng, Pengayuh Becak di Sampang Terpaksa Bakal Berangkat Haji Tanpa Istri

Nabung Bareng, Pengayuh Becak di Sampang Terpaksa Bakal Berangkat Haji Tanpa Istri
Holili Addrae Sai, warga Banyuanyar Sampang saat ditemui di kediamannya menjelang keberangkatan haji. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)
Holili Addrae Sai, warga Banyuanyar Sampang saat ditemui di kediamannya menjelang keberangkatan haji. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)

Sampang, NU Online Jatim

Holili Addrae Sai (60), warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang merupakan salah satu calon jamaah haji tahun 2022 yang akan berangkat ke tanah suci. Meski kesehariannya sebagai pengayuh becak, Holili Adrrae membuktikan bahwa dirinya juga mampu melaksanakan ibadah haji.​​​​​​​


Holili mendaftar sebagai calon jamaah haji pada tahun 2011 silam bersama istrinya, Busideh. Namun atas kehendak Allah, dalam masa tunggu haji, sang istri terlebih dahulu tutup usia dan meninggalkannya.​​​​​​​


Holili menceritakan, selain atas panggilan Allah, peran almarhumah istrinya sangatlah besar dalam mewujudkan mimpinya untuk menunaikan rukun Islam ke-5 ke tanah suci. Istrinya teramat telaten menyisihkan sepeser rupiah hasil peluhnya.


"Saya hanya bekerja keras menguras keringat mengayuh becak setiap hari, almarhum istri saya yang begitu telaten menyisihkan sedikit demi sedikit uang sisa dari kebutuhan hidup sehari-hari," ucap Holili.


Mengenang perjuangannya bersama sang istri, Holili sesekali tak kuasa menahan tangis sembari terus menceritakan kisah almarhumah yang mengajak, menguatkan, dan meyakinkannya untuk mendaftar haji meski dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.


"Penghasilan becak per hari hanya Rp30-50 ribu, itupun tidak menentu. Selain itu, saya juga bekerja sebagai kuli ikan dengan penghasilan yang tak seberapa. Istri saya rajin menabung mengumpulkan, dan dibelikan beberapa gram emas," katanya.


Tiba di satu waktu, ia dan istrinya mendapatkan rejeki arisan dan memutuskan untuk menjual semua barang-barang yang selama ini telah dikumpulkan untuk biaya pendaftaran haji. Mulanya sempat ragu, namun sang istri kembali menguatkan dan meyakinkan.


"Saya dapat arisan dan ayo emas ini jual. Ayo daftar haji, tidak apa dengan niat, insyaallah siapa tahu Allah mengabulkan dan Allah cukupkan," papar Holili mengulang ucapan mendiang istrinya.


Bermodal keyakinan, kedua pasangan suami istri itu mendaftar haji pada tahun 2011. Namun Allah berkendak lain, istrinya meninggal dunia pada tahun 2019 karena sakit, sebelum ia dihubungi pelunasan haji pada tahun 2020.


"Istri saya meninggal beberapa bulan sebelum penatapan, tahun 2020 dikonfirmasi berangkat, tapi karena pandemi Covid-19 jadi ditunda, dan alhamdulillah bisa berangkat tahun ini. Meski istri saya sudah meninggal, tapi niat saya tetap haji bersama istri," ungkapnya.


Sepeninggal istrinya, Holili sempat menawarkan kedua anaknya untuk mengganti porsi haji sang istri. Namun keduanya menolak sehingga Holili memilih mengambil tabungan haji almarhumah untuk dipergunakan sebagai biaya haji badal atas mendiang istrinya di tanah suci.


"Uang tabungannya sampai saat ini masih utuh, saya titipkan agar tidak saya pergunakan. Uang itu untuk haji badal istri saya karena di tanah suci harus bayar orang untuk menghajikan. Mohon doa semoga saya dan istri dijadikan haji mabrur," tutupnya.


Untuk diketahui, rombongan jamaah haji di Sampang akan diberangkatkan pada Kamis (16/06/2022) pagi. Sebelum pemberangkatan, Holili selalu menggunakan becaknya setiap kali mengikuti manasik dan mengurus persiapan lainnya. Karena becak itu satu-satunya kendaraan yang dimiliki.


Editor:

Madura Terbaru