• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Madura

Patrol Musik Tong-tong Bangunkan Warga untuk Sahur

Patrol Musik Tong-tong Bangunkan Warga untuk Sahur
Rombongan musik tong-tong berpatrol di area perkotaan Sumenep. (Foto: Istimewa)
Rombongan musik tong-tong berpatrol di area perkotaan Sumenep. (Foto: Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim
Banyak cara yang dilakukan Nahdliyin untuk membangunkan warga supaya segera melaksanakan makan sahur. Salah satunya dengan memainkan musik Tong-tong yang berpatroli saat dini hari hingga waktu menjelang imsak.
 

Kiai Homaidy, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Sumenep menjelaskan, musik ul-daul atau tong-tong merupakan musik tradisional Madura. Secara historis, tong-tong merupakan bunyi kentongan terbuat dari bambu yang digunakan sebagai pertanda ada bahaya.
 

“Namun di zaman modern ini, musik itu dimodifikasi dengan tambahan alat-alat musik lainnya, seperti lyra, kedang, gong, tam-tam, dan sejenisnya,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Jumat (08/04/2022).
 

Tak hanya itu, musik tong-tong memiliki karakter khas yang bisa beradaptasi dengan kondisi zaman. Karena musik tersebut tidak hanya memberi keindahan suara, tetapi mengingatkan pada generasi muda bahwa ajaran leluhur yang dituangkan dalam nilai-nilai kesenian.
 

“Ritme yang dipakai oleh kesenian tradisional ini adalah tabuhan kleningan atau ludruk. Ketukan tabuhan, lirik, dan syairnya pun dikolaborasikan dengan alat musik modern,” ujarnya.
 

Syafi’uddin warga Kelurahan Kolor, Kabupaten Sumenep mengatakan, yang dilakukan oleh kelompok musik tradisional itu bagian dari ibadah. Karena membantu umat Muslim untuk menyiapkan sahur untuk keluarganya.
 

“Ketika bunyi musik tong-tong terdengar, istri kami bergegas menyiapkan santapan makan sahur. Kami melihatnya, setelah kami melakukan shalat Tahajud dan beri'tikaf di masjid Jami’ Sumenep,” pungkasnya.


Editor:

Madura Terbaru