• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Madura

Rijalul Ansor Jatim Gelar Ngaji Rutin di Bangkalan

Rijalul Ansor Jatim Gelar Ngaji Rutin di Bangkalan
PW MDS Rijalul Ansor Jatim menggelar ngaji rutin bulanan Kitab Riyadlu Akhlaqi As Sholihin di ondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Al-Makkiyah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)
PW MDS Rijalul Ansor Jatim menggelar ngaji rutin bulanan Kitab Riyadlu Akhlaqi As Sholihin di ondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Al-Makkiyah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)

Bangkalan, NU Online Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim kembali menggelar ngaji rutin bulanan. Kali ini, ngaji rutin yang dilaksanakan setiap Selasa awal bulan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Al-Makkiyah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Selasa (05/10/2021).

 

Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, HM Nailur Rochman atau Gus Amak mengatakan, kegiatan malam ini sebenarnya adalah ngaji rutin Kitab Riyadlu Akhlaqi As Sholihin yang biasa dilaksanakan di kantor PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, yang biasa diawali pembacaan Rattibul Haddad.

 

“Khusus malam ini, kita juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan khusus mala mini pula, yang mengkaji kitab tersebut adalah Lora Ismail Al-Cholili,” kata Gus Amak.

 

Dirinya menegaskan, meski dibarengi dengan Maulidan, ngaji rutinan tetap dilaksanakan. “Mudah-mudahan (ngaji rutin) ini dicatat sebagai amal istiqamah, sebab yang membuat sesuatu itu berharga karena istiqamah.”

 

“Tadi kita mendengarkan Rattib, kita menikmati Maulid Habsy, Tilawatil Qur’an, dan setelah ini kita akan menyimak pengajian Kitab Riyadlu Akhlaqi As Sholihin. Semoga kita memperoleh manfaat,” tegasnya.

 

Gus Amak pun menerangkan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, bahwa seseorang akan bersama dengan yang dicintai meskipun amal, ilmu, dan akhlaknya tidak sama.

 

“Semangat ini yang saya tarik untuk menjadi pelecut khidmah di NU. Kalau dipikir-pikir pantas apa tidak, jelas saya ini tidak pantas. Kalau dibandingkan dengan para pendiri NU, dari mana pantasnya, ilmu tidak, amal tidak, akhlak juga nggak, tapi kok kita dipercaya dan diberi amanah, padahal tidak selevel,” ungkapnya.

 

Namun demikian, dirinya memiliki keyakinan dan optimis menerima amanah tersebut. Menurutnya, meskipun tidak pantas bersama seseorang itu tetap bisa bersama karena ada mahabbah atau rasa cinta.

 

“Karena sudah tidak pantas tapi masih dipercaya, maka ini harus kita manfaatkan dengan baik. Hal ini sebagai wasilah mahabbah kita kepada para ulama yang kemudian akan menggandeng kita menuju Rasulullah SAW,” tutur Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan ini.

 

Dirinya berharap, semua pengurus PW MDS Rijalul Ansor Jatim diberikan kemudahan, istiqamah dan niat ikhlas dalam berkhidmah. “Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi MDS Rijalul Ansor di Madura secara umum untuk khidmah gerakan ke-NU-an di Madura,” pungkasnya.

 

 

Acara yang ditayangkan secara langsung di kanal youtube PW MDS Rijalul Ansor Jatim ini dihadiri oleh Habib Achmad Edrus Al Habsy, pengurus Pimpinan Pusat (PP) MDS Rijalul Ansor dan Ketua PCNU Bangkalan. Hadir pula pengasuh Pesantren MQ Al-Makkiyah, dan undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan.


Madura Terbaru