• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Malang Raya

Buka Posko Terpadu, Gus Yahya: Tugas NU Bantu Warga yang Membutuhkan

Buka Posko Terpadu, Gus Yahya: Tugas NU Bantu Warga yang Membutuhkan
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat membuka Posko Terpadu PBNU atas tragedi Kanjuruhan. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat membuka Posko Terpadu PBNU atas tragedi Kanjuruhan. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf bersama Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf secara langsung membuka Posko Terpadu PBNU di Kantor PCNU Kabupaten Malang, Selasa (04/10/2022). Posko Terpadu PBNU ini merupakan Posko Crisis Center Nahdlatul Ulama yang ada di Kota Malang.


Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, tragedi Kanjuruhan merupakan tanggung jawab semua pihak. Hal itu agar seluruh persoalan bisa diatasi secara baik dan dapat dicegah supaya tidak terulang kembali.


“Saat ini kita sedang menantikan hasil dari tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah. Nanti (penanganannya) kita akan berpegang dari kajian itu," kata Gus Yahya kepada awak media, Selasa (04/10/2022).


Dirinya berharap elaborasi yang dilakukan oleh tim pencari fakta bisa akurat, sehingga seluruh elemen bisa mengetahui di titik mana masalah yang sebenarnya.


"Jika titik masalahnya sudah diketahui, maka bisa dicarikan solusi bagaimana cara mengatasinya. Tentunya, bisa diketahui siapa yang harus bertanggung jawab dari tragedi tersebut," tambahnya.


Gus Yahya menyampaikan, Posko Terpadu PBNU ini merupakan bentuk dari tanggung jawab Nahdlatul Ulama d untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.


"Seperti bantuan ekonomi dan psikologis bagi korban yang terdampak, sampai dengan bantuan hukum jika diperlukan. Posko PBNU Terpadu melayani masyarakat bisa di Kota Malang dan Kabupaten Malang," jelasnya.


Posko Terpadu PBNU ini, lanjut Gus Yahya, akan dilakukan hingga seluruhnya tuntas dengan perkiraan dua hingga tiga bulan ke depan.


"Ada layanan advokasi hukum, advokasi kesehatan, hingga trauma healing. Tentu ini ada pembagian tugas dari dua posko yang ada," terang Gus Yahya.


Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili menyampaikan, pihaknya nanti akan menginventarisasi data korban tragedi Kanjuruhan tersebut, baik korban meninggal dunia maupun luka-luka.


"Setelah itu kita akan berikan bantuan kepada mereka sesuai yang disampaikan Ketum PBNU. Sesuai petunjuk beliau, juga kita akan memfasilitasi korban dengan trauma healing. Kemarin lusa kita sudah membawa sebagian dari keluarga korban ke Rumah Sakit Wafa Husada untuk dilakukan trauma healing," tuturnya.


Dirinya menegaskan, PCNU Kota Malang dan Kabupaten Malang melaksanakan program yang bersinergi dengan PBNU. Menurutnya, bila butuh hal-hal yang berkaitan dengan advokasi akan difasilitasi melalui LPBHNU Kabupaten Malang.


“Selanjutnya, kami juga akan memikirkan program pasca kejadian. Misalnya, ada anak yang ditinggal bapak atau ibunya wafat, maka NU akan memikirkan pendidikan anak tersebut," tandasnya.


Sebagai informasi dalam kegiatan ini dihadiri Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Bupati Malang HM Sanusi, dan sejumlah tokoh lainnya.


Malang Raya Terbaru