• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Malang Raya

Daurah Falakiyah, Ikhtiar LFNU Jatim Cetak Kader Kompeten

Daurah Falakiyah, Ikhtiar LFNU Jatim Cetak Kader Kompeten
Pelaksanaan Daurah Falakiyah yang digelar oleh PW LFNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Pelaksanaan Daurah Falakiyah yang digelar oleh PW LFNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur menggelar kaderisasi aktivis falakiyah bertajuk Daurah Falakiyah. Kegiatan yang dipusatkan di Pesantren Sabilur Rosyad II, Jeglong, Dau, Malang ini diikuti 45 peserta perwakilanPengurus Cabang (PC) se-Jawa Timur, Kamis-Ahad (08-12/12/2021).

 

Ketua PW LFNU Jatim, KH Shofiullah mengatakan, kaderisasi hisab rukyatul hilal ini terbatas hanya dibatasi untuk 45 orang. Pembatasan tersebut karena kaderisasi ini menyasar tingkatan pemula dan membutuhkan kelas yang kondusif.

 

"Kita batasi maksimal 45 orang karena ini benar-benar kaderisasi yang expert. Kalau tingkatan pemula harus ada batasan, sehingga teman-teman bisa menyerap ilmu dengan maksimal," katanya.
 
 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda IV Kepanjen Kabupaten Malang ini mengungkapkan, Daurah Falakiyah merupakan kaderisasi rutin ahli hisab dan rukyah. 

 

“Saat ini sudah memasuki angkatan ke-29, itu berarti sebanyak itu PW LFNU Jatim mencetak kader dalam rentang waktu yang panjang,” tegasnya.

 

Adapun materi yang diberikan ialah mengulas soal arah kiblat dari sisi fiqih, menentukan waktu shalat lima waktu, cara rukyatul hilal, dan lain sebagainya. Dalam pelatihan ini tidak ada materi perhitungan gerhana, sebab butuh waktu yang lama.

 

Pihaknya mengungkapkan, kaderisasi ini dilakukan agar semakin banyak yang membantu memantau rukyatul hilal di berbagai daerah. Karena luas wilayah Jawa Timur memanjang dari Banyuwangi hingga Pacitan sulit untuk ditangani dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

 

"Mereka nantinya secara tidak langsung membantu tugas kita di daerah. Bahkan harapan dari Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar kalau bisa bukan hanya per kabupaten, tetapi per kecamatan," jelasnya.

 

Pihaknya bersyukur karena sampai detik ini untuk tingkat provinsi titik rukyahnya terbanyak Jawa Timur, yakni mempunyai kisaran 29 titik. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah, sebab ada beberapa usulan untuk menambah titik lokasi dalam satu kabupaten.

 

"Ada satu kabupaten itu mempunyai lebih dari satu titik. Kami mengiyakan saja dan terus mendukung agar semakin banyak laporan di tiap-tiap daerah," tandasnya.

 

 

Salah satu peserta delegasi PC LFNU Blitar, Ahmad Yahya Romli mengaku antusias mengikuti setiap sesi acara hingga akhir. Menurutnya, metode yang dipakai bisa memberikan pemahaman yang komprehensif.

 

"Materi kedua masih belum dikenal bagi pemula, masih bingung tetapi cukup asyik dipelajari," ucapnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Malang Raya Terbaru