• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Malang Raya

Habib Muhammad Farid Al-Muthohar Beri Pesan Mendalam tentang Keikhlasan

Habib Muhammad Farid Al-Muthohar Beri Pesan Mendalam tentang Keikhlasan
Habib Muhammad Farid Al-Muthohar. (Foto: NOJ/Madchan)
Habib Muhammad Farid Al-Muthohar. (Foto: NOJ/Madchan)

Malang, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilm Semarang, Jawa Tengah, Habib Muhammad Farid Al-Muthohar memberikan pesan yang mendalam perihal keikhlasan. Berangkat dari ikhlas sebuah karya kitab, pun juga organisasi NU yang didirikan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari berbuah langgeng untuk umat.

 

Hal itu beliau sampaikan saat mengisi Tabligh Akbar Harlah NU dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Maliki Malang beberapa waktu yang lalu. Beliau mencontohkan Kitab Nahwu Al-Jurumiyah karangan Syekh Imam Shonhaji dan organisasi NU bisa langgeng berkat ikhlas.

 

"Nahdlatul Ulama pendirinya Mbah Hasyim Asy'ari dan juga sahabat-sahabat beliau para muassis, pendiri NU, Ansor, Banser dan juga IPNU-IPPNU sampai sekarang semua banom-banomnya langgeng. Itu menandakan ikhlas karena Allah," terang Habib Muhammad Farid Al-Muttohar.

 

Habib Muhammad menukil apa yang dikatakan oleh Ibnu Athoillah As-Sakandari bahwa apapun jika karena Allah akan langgeng (bertahan lama). Namun apabila bukan karena Allah, maka akan terputus dan terpisah dalam hal apapun.

 

Ia memberi contoh yang sederhana, kebanyakan dari Nahdliyyin usai mendapat ijazah wirid dari kiai hanya bertahan beberapa tahun. Sama seperti laki-laki yang bangun malam salat tahajud hanya karena perempuan yang diidam-idamkan bukan karena Allah. Sehingga aktivitas tersebut hanya sebatas rutinitas kuat bertahan beberapa waktu saja.

 

"Ini contoh tahajud hanya untuk bangunin pacar, bisa bertahan lama? Kalau karena Allah bisa istiqamah," ulasnya.

 

Habib Farid Al-Muttohar menambahkan karangan kitab Imam Shonhaji yakni Al-Jurumiyah. Imam Shonhaji ingin mengetes karya beliau apakah ikhlas karena Allah atau tidak dengan menaruh dihanyutkan di laut atau sungai.

 

"Ya Allah ini kalau saya ikhlas Insyaallah engkau akan menyelamatkan, tapi kalau tidak ikhlas lebih baik ini hilang. Daripada ini dibaca orang tapi penyusunannya tidak ikhlas, saya dapat dosa lebih baik hilangkan saja," ungkap Habib Farid.

 

Ia menambahkan bagaimana keberadaan kitab karangan Imam Shonhaji yang beratus-ratus tahun digunakan pondok pesantren se-Indonesia sebagai kurikulum untuk pelajaran tingkat dasar.

 

"Masyaallah sampai sekarang Kitab Jurumiyah dipopulerkan oleh Allah, berarti yang memviralkan itu betul-betul karena Allah swt," pungkasnya.


Malang Raya Terbaru