• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Malang Raya

Harlah Ke-62 PMII, Momentum Tingkatkan Sumbangsih Membangun Peradaban

Harlah Ke-62 PMII, Momentum Tingkatkan Sumbangsih Membangun Peradaban
Aktivis PMII saat demonstrasi bersama elemen mahasiswa di Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Aktivis PMII saat demonstrasi bersama elemen mahasiswa di Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim
Tepat 17 April 1960 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) didirikan oleh aktivis mahasiswa dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Pada Hari Lahir (Harlah) ke-62 tahun 2022 ini mengusung tema 'Transformasi Peradaban Merawat Gerakan'. Melalui tema ini muncul harapan PMII semakin memberikan sumbangsih membangun peradaban.
 

Terlebih, saat ini sudah banyak alumni PMII yang sudah mengisi posisi startegis, sehingga diyakini akan semakin banyak memberikan sumbangsih membangun perabadan.
 

Menurut Lutfi Hamdani, Ketua Pengurus Komisariat (PK)  PMII Sunan Ampel UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang 2016-2017, Harlah kali ini sebagai penguatan kembali bahwa tugas kader-kader PMII di bidang sosial ekonomi dan keagamaan serta sektor lainnya harus lebih intens. Serta lebih transformatif dan modern di era teknologi.
 

"Memang harus dapat memberikan sumbangsih membangun peradaban. Terutama dari segi sosial, ekonomi, teknologi, ilmu pengetahuan itu memang seharusnya PMII terlibat di situ," kata Lutfi, Sabtu (16/04/2022).
 


Pria yang saat ini menjadi dosen Prodi D-IV Bisnis Digital Politeknik Akbara Surakarta ini menilai, tema Harlah sudah sesuai dengan kondisi sekarang. Ia memberikan pesan kepada kader-kader yang masih kuliah tetap kembali kepada tujuan awal berangkat dari rumah masing-masing. 
 

"Kalau kemudian kuliahnya ini di nomor duakan, atau malah tidak diselesaikan dengan baik karena alasan organisasi, ini tentu sudah tidak masuk akal, itu prinsipku dari dulu," ungkap Lutfi.
 

Ia mengingatkan bahwa PMII adalah gerakan intelektual. Di mana kader-kadernya harus pintar di bidang akademik. Ketika tidak dapat menguasai dalam bidang keilmuan fakultatifnya, maka kurang bergairah.
 

Ia mencontohkan dirinya kuliah di  manajemen, otomatis kajian-kajian yang didapat dari perkuliahan digunakan untuk berdiskusi.
 


"Ketika teman-teman aktif dan berprestasi akademiknya, pasti kajian-kajian gerakannya bagus juga, tidak asal-asalan. Kedua hal ini tidak bisa dipertentangkan," jelas Direktur Penerbit Buku CV Indonesia Imaji tersebut.
 

Lutfi juga menilai, kegiatan advokasi yang selama ini dilakukan aktivis PMII perlu diintegrasikan dengan informasi teknologi.​​​​​​​
 

Lutfi merupakan kader PMII yang meneruskan Magister di Universitas Diponegoro. Saat ini, ia sibuk menjadi dosen, inisiator bisnis Forka Indonesia, juga berdagang produk di Mulia Busana. 


Editor:

Malang Raya Terbaru