• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 24 Februari 2024

Malang Raya

Lakpesdam NU Malang Latih Pegiat Tertib Aturan Organisasi

Lakpesdam NU Malang Latih Pegiat Tertib Aturan Organisasi
Special Online Training "Standard Operational Procedure (SOP) Teknik Membuat SOP untuk Memudahkan, Merapikan, Menertibkan, dan Menyajikan Pekerjaan Anda secara Profesional" PC Lakpesdam NU Kabupaten Malang secara hybrid pada Sabtu-Rabu (08-11/08/2021). (NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Special Online Training "Standard Operational Procedure (SOP) Teknik Membuat SOP untuk Memudahkan, Merapikan, Menertibkan, dan Menyajikan Pekerjaan Anda secara Profesional" PC Lakpesdam NU Kabupaten Malang secara hybrid pada Sabtu-Rabu (08-11/08/2021). (NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang menggelar Special Online Training Standard Operational Procedure (SOP) secara hybrid pada Sabtu-Rabu (08-11/08/2021). Peserta kegiatan ini merupakan pegiat organisasi formal dan non formal.

 

Training ini dibina Rosihan Aslihudin atau yang akrab dipanggil Cak Ro. Ia merupakan Trainer Nasional Quality Management System dari Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

“Alhamdulillah, kali ini kami adakan training pengembangan SOP. Kegiatan ini juga kami kemas dengan mengumpulkan donasi dari peserta untuk korban Covid-19. Karena Lakpesdam NU juga ingin turut andil dalam penanganan wabah covid ini, yaitu dengan cara melakukan training gratis seperti saat ini,” kata H Abdul Malik Karim Amrullah, Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Malang.

 

Dr Amka sapaan akrabnya mengatakan bahwa kegiatan kali ini diikuti pegiat atau pelaku organisasi formal maupun non formal.

 

“Sasaran kegiatan ini adalah organisasi formal seperti sekolah dan madrasah maupun organisasi non formal seperti NU yang memiliki proses bisnis dalam lembaganya, semisal proses bisnis layanan kepada masyarakat dan lain sebagainya,” imbuhnya.

 

Ia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini penting dilakukan untuk pengembangan suatu lembaga.

 

“Kegiatan ini sangat penting karena jika suatu lembaga bisa mengembangkan SOP, maka lembaga tersebut sudah berupaya untuk menertibkan, memudahkan, serta mengontrol pekerjaannya sendiri apakah sudah efektif atau efisien. Sehingga lembaga atau organisasi bisa melakukan evaluasi pada pekerjaannya,” tambah Dr Amka.

 

Adapun acara ini dilaksanakan selama 4 hari. Dengan rincian yakni hari pertama pemaparan materi, hari kedua penugasan, dan hari ketiga presentasi SOP dari peserta. Hari keempat review dan refleksi.

 

 

“Kami berharap nantinya setelah peserta ini mendapatkan 32 jam pembelajaran mereka akan memiliki kemampuan untuk menjalankan SOP dengan baik. Kemudian nantinya lembaga atau organisasi yang memiliki bisnis proses layanan kepada masyarakat dapat semakin bisa mengendalikan pekerjaannya dan semakin berorientasi pada kepuasan pelanggan dalam hal ini adalah masyarakat sebagai pengguna layanan dari lembaga atau organisasi tertentu,” pungkas Dr Amka.

 

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru