• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Malang Raya

Pelajar NU sebagai Penjaga Kewarasan Demokrasi

Pelajar NU sebagai Penjaga Kewarasan Demokrasi
Cak Nurochman, Wakil ketua I DPRD Kota Bati saat menjadi pembicara di acara Student Talk. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)
Cak Nurochman, Wakil ketua I DPRD Kota Bati saat menjadi pembicara di acara Student Talk. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)

Batu, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Batu menggelar diskusi demokrasi pada Kamis (03/03/2022). Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu, Nurochman menjadi salah satu pembicara dalam acara yang diberi tajuk Student Talk tersebut.
 

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu mengingatkan kepada seluruh pelajar yang hadir bahwa pemuda adalah agent of change yang diharapkan perannya untuk Indonesia lebih baik. Idealisme pemuda dianggap masih bersih, belum terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan pragmatis, sehingga dapat diasumsikan yang menjaga titik warasnya demokrasi adalah pemuda.
 

“Panjenengan sebagai pelajar dan mahasiswa ikut menjaga titik warasnya demokrasi, karena barangkali generasi yang lebih lama pola pikirnya sudah dibentuk oleh rezim,” ujarnya.
 

Menurutnya, pemuda memiliki banyak peran dalam mengedukasikan demokrasi kepada masyarakat. Bisa bergabung menjadi komisioner, penyelenggara pemilu, relawan, pemerhati, dan juga edukator.
 

“Contohnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa money politic adalah sesuatu yang tidak baik, yang tidak boleh dikembangkan terus-menerus,” ungkapnya.
 

Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda juga wajib untuk terus memperbaharui informasi, termasuk perkembangan politik dan demokrasi di negeri ini. “Bagaimana mau jadi penerus kalau ada terputusnya rantai informasi dan rantai regenerasi,” kata Cak Nur.
 

Lebih lanjut, sebagai agent of control pemuda tentu bisa mengambil peran dalam mengawal dan mengontrol jalannya demokrasi. Mereka bisa ikut menyuarakan apabila mengetahui terjadi ketidaksampaian kebjakan di masyarakat.
 

Karena sesuai dengan prinsipnya, yaitu equal (kesetaraan) semua pelaku demokrasi memiliki hak yang sama. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus berakibat pada masyarakat, jika ada yang tidak sampai maka harus disuarakan.
 

“Jika dibandingkan dengan orang yang sudah memiliki posisi, pelajar ataupun mahasiswa  pasti daya kontrolnya lebih kuat, masih belum terpengaruh kepentingan-kepentingan dan juga situasi,” tambahnya.
 

Selain itu, ia berharap pemuda mampu memberikan edukasi dan representasi kepada masyarakat mengenai aktual demokrasi yang terjadi saat ini.
 

 

“Semoga teman-teman OKP yang lain juga menginisiasi hal yang sama sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Jadilah agen-agen yang memberikan pencerahan agar masyarakat memahami bahwa politik tidak melulu hal yang buruk, ada kemaslahatan yang diperjuangkan oleh para praktisi politik,” pungkasnya.


Editor:

Malang Raya Terbaru