• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Malang Raya

Belajar Demokrasi, Pelajar NU Kota Batu Gelar Student Talk

Belajar Demokrasi, Pelajar NU Kota Batu Gelar Student Talk
Suasana acara Student Talk Pelajar NU bersama komisariat dan OSIS SMP-SMA se-Kota Batu. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)
Suasana acara Student Talk Pelajar NU bersama komisariat dan OSIS SMP-SMA se-Kota Batu. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)

Batu, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Batu menggelar diskusi demokrasi bertajuk Student Talk pada Kamis (03/03/2022). Acara yang bertemakan ‘Pelajar Hebat, Demokrasi Kuat’ ini diikuti oleh pengurus komisariat IPNU-IPPNU dan OSIS SMP-SMA se-Kota Batu.
 

Anggota divisi hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu, Thomi Rusy Diantoro memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Antusiasme peserta dalam Student Talk menunjukkan generasi muda di Kota Batu masih sangat perhatian terhadap jalannya demokrasi.
 

“Saat ini Gen-Z cenderung bersikap apatis terhadap demokrasi, tapi di sini terbukti bahwa di Kota Batu pemudanya masih sangat concern untuk mengawal demokrasi yang ada,” katanya.
 

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Thomi mengingatkan kepada peserta diskusi agar bersikap bijak dalam memilih. Aspek-aspek yang dilatarbelakangi suku, agama, dan sebagainya harus dihilangkan serta disatukan dalam satu wadah yaitu NKRI.
 

“Kita pilih pemimpin yang secara rasional bisa mewujudkan kesejahteraan untuk rakyatnya,” pesannya.
 

Sementara itu, Yogi Eka Chalid dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batu memaparkan konsep demokrasi yang harus dipahami generasi muda. Demokrasi tidak terbatas persoalan mengenai pemilu, negara, partai politik, ataupun pemerintahan daerah, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana keterlibatan rakyat sebagai warga negara untuk ikut serta dalam proses penyelenggaraan negara.
 

“Asumsinya demokrasi itu hanya berbicara pemilihan atau  parpol itu saja, padahal yang menjadi inti dari demokrasi adalah keikutsertaan kita untuk mengawal dan membangun terlaksananya demokrasi itu sendiri,” jelasnya.
 

Menurutnya, Pemilu merupakan salah satu instrumen agar warga negara dapat mengambil peran untuk mengawal dan mengontrol adanya kebijakan setelah pemilihan. Partisipasi dalam melakukan kontrol tersebut juga tidak hanya dilakukan dengan hadir Pemilu, mengawasi Pemilu, atau menjadi aktivis.
 

“Ikut organisasi, menjadi anggota IPNU-IPPNU, OSIS, Forum Anak itu juga bentuk implementasi dalam rangka penyelenggaraan negara,” ujar Yogi mencontohkan.
 

Demokrasi memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk bersuara. Misalnya, dalam berorganisasi setiap orang memiliki hak yang sama untuk bebas berpendapat, bekerja sama, bahkan berkonflik, tentunya dalam konteks positif yang bertujuan untuk belajar membangun kekuatan bersama.
 

“Kesempatan itu bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara yang mayoritas dan minoritas melalui proses-proses negosiasi, biar tidak ada yang mendominasi,” katanya.
 

 

Untuk diketahui, acara yang diinisiasi oleh departemen organisasi PC IPNU IPPNU Kota Batu ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-68 IPNU dan IPPNU ke-67.


Editor:

Malang Raya Terbaru