• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Januari 2023

Malang Raya

Temuan Komnas HAM Soal Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan

Temuan Komnas HAM Soal Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan
Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam dalam konferensi pers, Rabu (12/10/2022). Foto: Istimewa
Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam dalam konferensi pers, Rabu (12/10/2022). Foto: Istimewa

Malang, NU Online Jatim

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membeberkan temuannya dari hasil pendalaman tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Komnas HAM mengungkap penyebab utama banyaknya korban dalam tragedi itu karena gas air mata. Serta diduga terlalu banyaknya orang yang berdesakan di pintu stadion.


"Kami sampaikan bahwa pemicu dari terjatuhnya banyak korban adalah gas air mata, khususnya gas air mata yang ditembakkan ke (arah) penonton tribun," kata Komisioner Pemantauan atau Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam dalam konferensi pers, Rabu (12/10/2022).


Komnas HAM telah mengantongi sejumlah bukti berupa video atau dokumen kuat yang digunakan sebagai bahan analisis kronologi tragedi Kanjuruhan. Termasuk penyebab jatuhnya 132 korban meninggal dunia dan ratusan luka-luka.


Menurut Anam, video dan dokumen tersebut bisa menjadi penemu titik terang yang valid. Di mana akan diungkap dalam laporan akhir yang tidak bisa dijelaskan ke publik sementara ini.


"Kami menyebutnya itu video kunci. Kami pastikan sampai detik ini tidak ada video tersebut (yang beredar) di publik," imbuhnya.


Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang tahun 2001 ini menambahkan, pintu stadion 11, 12, 13, dan 14 terbuka. Namun, satu pintu yang terdiri dari 4 daun pintu, hanya dua yang bisa dilalui.


"Yang terbuka hanya 2 daun pintu yang berukuran masing-masing 75 sentimeter. Pintu tertutup memang tidak bisa melihat, karena yang bisa melihat rata-rata menjadi korban," ungkapnya.


Anam menambahkan, dari video terlihat pintu stadion tertutup di beberapa titik. Ia juga menegaskan bahwa pintu tersebut terbuka, namun tidak sepenuhnya terbuka lebar.


Anam juga mengklarifikasi soal video yang memperlihatkan masih ada gembok dari luar bukan pintu 13.


"Sebenarnya ada satu pintu yang itu pintu 3, video yang beredar di publik. Kami telusuri kenapa kok ada gemboknya dari luar, ternyata itu pintu 3 bukan pintu 13," terangnya.


Pria yang pernah menjabat Direktur Divisi Buruh YLBHI Tahun 2001-2002 ini menegaskan, temuan kenapa banyak sepatu yang tertinggal. Tidak lain sebagai bentuk kekecewaan penonton yang berada di tribun.


Penonton diduga kecewa tindakan represif aparat keamanan, serta panik terkena gas air mata. Tidak hanya tribun bawah, melainkan juga tribun atas ikut melempar sandal maupun sepatu yang dikenakan.


"Lemparan sepatu itu memperlihatkan seperti sandal padahal itu sepatu. Kami juga heran, kok banyak sepatu yang tertinggal di stadion, ternyata itu untuk melempar pakai sepatu," tandasnya.


Editor:

Malang Raya Terbaru