• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Malang Raya

Tokoh Perempuan NU Malang Ajak Kreatif Hadapi Era Digital

Tokoh Perempuan NU Malang Ajak Kreatif Hadapi Era Digital
Diskusi Terbuka bertajuk “Peran Pelajar dan Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis Kearifan Lokal” Gubuk Aspirasi Santri bersama Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur bertempat di Ayam Bakar Pak D, Sulfat, Kota Malang, Kamis (03/02/2022) malam. (NOJ/Moch. Miftachur Rizki).
Diskusi Terbuka bertajuk “Peran Pelajar dan Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis Kearifan Lokal” Gubuk Aspirasi Santri bersama Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur bertempat di Ayam Bakar Pak D, Sulfat, Kota Malang, Kamis (03/02/2022) malam. (NOJ/Moch. Miftachur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

Gubuk Aspirasi Santri (GAS) menggelar diskusi terbuka bertajuk “Peran Pelajar dan Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis Kearifan Lokal”, Kamis (03/02/2022) malam. Dalam kegiatan ini turut menghadirkan Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur ini digelar di Ayam Bakar Pak D, Sulfat, Kota Malang.

 

Ketua Gubuk Aspirasi Santri, Muhammad Rifan Fajrul Falah mengatakan, diskusi terbuka ini memiliki tujuan untuk memperkaya wawasan dalam memaknai kreativitas.

 

“Terutama untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi santri di era revolusi industri 4.0. Seperti diketahui juga, Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan hidup masyarakat, serta menuntut seluruh masyarakat untuk semakin adaptif menyambut perkembangan zaman,” kata Gus Rifan sapaan akrabnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih berharap sektor ekonomi kreatif bisa terus berkembang, karena peluangnya masih terbuka lebar di Indonesia.

 

“Peluang ekonomi kreatif masih sangat terbuka di Indonesia. Terlebih, pemerintah juga telah menetapkan bahwa industri kreatif menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara,” tutur Hikmah Bafaqih.

 

Ia juga menyampaikan agar para pelajar dan pemuda harus bisa mengambil peran dalam industri kreatif dengan terus berkreasi serta berinovasi. Hal tersebut dikatakan Hikmah sapaan akrabnya, jikalau dilakukan maka akan tercipta produk yang bisa bersaing secara Nasional maupun Internasional.

 

“Selain inovatif, adik-adik juga harus pandai beradaptasi dengan situasi serta memiliki mental tangguh untuk tetap bisa bertahan menghadapi persaingan. Jika itu semua bisa dimiliki pelaku industri kreatif maka, ekonomi kreatif akan bisa tumbuh dan bersaing,” imbuhnya.

 

Hikmah juga menyampaikan apresiasinya terhadap pengusaha muda kreatif di sub sektor fashion yang berhasil mengubah kearifan lokal menjadi peluang. Bahkan hingga mampu membuat peluang kerja bagi yang lain. Lebih-lebih dikatakannya, mampu adaptif dengan kreatifitas lokal seperti halnya Industri Batik Malangan yang bertempat di Celaket, Kota Malang.

 

“Saya sangat mengapresiasi industri batik di Celaket, karena dengan mengembangkan kearifan lokal yang ada yaitu Batik Malangan bisa menjadikan industri kreatif sektor fashion khususnya batik, agar bisa terus dilestarikan sampai generasi muda. Sekarang tinggal bagaimana para pelajar dan juga pemuda di Kota Malang bisa mengembangkan kreatifitas dan inovasi mereka untuk menunjang perekonomian yang berbasis kearifan lokal bisa terus dilestarikan,” tambah anggota Fraksi PKB Jawa Timur tersebut.

 

Dengan optimisme akan industri fashion khususnya batik bisa bersaing di kancah ekonomi global. Hikmah berharap adanya pendampingan melalui fasilitas - fasilitas yang bisa mendorong sub sektor ini menjadi semakin besar.

  

“Kedepan Pemerintah melalui Kemenparekraf akan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan karya fashion di dalam negeri khususnya batik, melancarkan ketersediaan bahan baku, sampai pada promosi dan dukungan terhadap produk - produk fashion dalam negeri di pasar domestik dan global,” tutupnya.


Editor:

Malang Raya Terbaru