• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Matraman

Ansor-Banser Trenggalek Diingatkan Harus Responsif terhadap Dinamika Sosial

Ansor-Banser Trenggalek Diingatkan Harus Responsif terhadap Dinamika Sosial
Pembukaan PKD dan Diklatsar PAC GP Ansor Gandusari Trenggalek. Foto: Istimewa
Pembukaan PKD dan Diklatsar PAC GP Ansor Gandusari Trenggalek. Foto: Istimewa

Trenggalek, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek mengadakan Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser. Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki memberikan pesan agar kader responsif terhadap dinamika sosial zaman.


Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Khoirul Huda Desa Melis, Kecamatan Gandusari berlangsung sejak Jumat hingga Ahad (01-03/06/2022).


"Soal kelestarian hutan dan alam, jangan sampai alam dan hutan kita rusak hanya karena kepentingan kepuasan sementara," ungkap Gus Zakki.


Ia mengingatkan, semisal keberadaan tambang biasanya akan merusak lingkungan, mata air, hutan, ekosistem hayati dan hewani. Serta paling tragis jika sampai ada pergeseran moral masyarakat terdampak pertambangan karena perubahan sosio-kultural.


Kiai muda pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah Kecamatan Pogalan Trenggalek tersebut menyampaikan bahwa ada potensi kerusakan alam yang ada di wilayahnya akibat pertambangan.


"Saya khawatir dan tidak rela jika adanya tambang ini akan merusak lingkungan dan Sosio-kultural masyarakat setempat," paparnya.


Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso Kediri ini menjelaskan, perjuangan Ansor dan Banser akan tetap teguh dalam menjaga kelestarian alam dan hutan.


Ia juga menyampaikan bahwa memang dirinya diterpa tuduhan menerima suap untuk menyetujui keberadaan tambang di Trenggalek.


"Haram menerima apapun hanya untuk melegalkan sebuah kerusakan alam, hutan dan bahkan berpotensi merusak struktur humanis sosial masyarakat," imbuhnya.


Gus Zaki meminta peserta PKD dan Diklatsar fokus terhadap tugasnya menjaga kiai, ulama, pondok pesantren dan negara kesatuan republik Indonesia.


"Ini memiliki nilai ibadah, ketika sahabat mengikuti pendidikan dan pelatihan seperti sekarang ini," paparnya.


Diketahui, peserta PKD sejumlah 15 peserta dan 57 peserta Diklatsar. Peserta ini didominasi dari lokal Kecamatan Gandusari.


Editor:

Matraman Terbaru