• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Matraman

Banser Ikut Perbaiki Tanggul Sungai Jebol di Prambon Nganjuk

Banser Ikut Perbaiki Tanggul Sungai Jebol di Prambon Nganjuk
Personel Banser Nganjuk bersama aparat setempat memperbaiki tanggul yang jebol di Dusun/Desa Mojoagung, Prambon, Kabupaten Nganjuk. (Foto: NOJ/nunganjuk.or.id)
Personel Banser Nganjuk bersama aparat setempat memperbaiki tanggul yang jebol di Dusun/Desa Mojoagung, Prambon, Kabupaten Nganjuk. (Foto: NOJ/nunganjuk.or.id)

Nganjuk, NU Online Jatim

Sejumlah personel Barisan Serba Guna (Banser) Kecamatan Prambon bersama BPBD dan elemen lain setempat turun ke lapangan memperbaiki tanggul sungai yang jebol di Dusun/Desa Mojoagung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (26/03/2021). Gara-gara jebol, luapan air sungai sempat merendam permukiman warga setempat.

 

Personel yang terjun ke lokasi ialah dari Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana atau Bagana. Kepala Satuan Koordinasi Rayon Banser Prambon, Imam Mudzakir menjelaskan, saat banjir terjadi, ada delapan kader Banser Prambon langsung diterjukan ke lokasi untuk mengevakuasi sejumlah warga.

 

Imam mengintruksikan anggotanya untuk ikut terjun ke lokasi titik jebolnya tanggul. Saat kerja bakti, diketahui terdapat 20 personel yang ikut terjun dalam pembuatan tanggul sementara.

 

“Kami instruksikan bagi yang longgar itu. Alhamdulillah, sahabat-sahabat semua itu langsung datang, begitu ada bencana langsung datang. Alhamdulillah lancar tadi,” kata Imam dikutip dari NU Nganjuk Online, Sabtu (27/03/2021).

 

Menurut Imam, sebagai bentuk antisipasi kedepan, untuk kesiapsiagaannya ketika ada hujan langsung kordinasi sama pamong setempat, untuk menanyakan keadaan wilayah tersebut.

 

“Ketika ada luapan air, kami langsung bergerak untuk membantu warga,” pungkasnya.

 

Selain Bagana, kerja bakti diikuti oleh unsur BPBD Nganjuk, Forpimcam, Forpimdes Mojoagung dan relawan lainya.

 

Kepala Dusun Mojoagung, Baitul Ulum mengatakan, jebolnya tanggul sungai ini disebabkan oleh tingginya debit air dan derasnya curah hujan, pada pukul 16.30 WIB. Sementara pukul 19.00 WIB air sungai mulai meluap ke atas jembatan.

 

“Tinggi muka air sungai Mlinjo ini mencapai 50 sentimeter. Akibatnya salah satu titik tanggul sungai ini jebol di dua titik. Titik pertama, panjangnya sekitar 12 meter. Pada titik kedua, hanya tergerus air, panjangnya sekitar 4 meter,” ungkapnya.

 

Baitul Ulum menambahkan, akibat banjir lahan milik petani seluas satu hektare dan pemukiman warga tergenang. Ditaksir mencapai 750 orang total terdampak peristiwa ini.

 

“Ya, langkahnya di sini (kerja bakti) menyiapkan alat-alat seperti sesek, bambu untuk dibuat tanggulnya,”imbuhnya.

 

Ulum berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk untuk bisa segera membenahinya dengan normalisasi sungai. Hal ini diharapkan agar tidak ada lagi pemukiman warga yang kebanjiran.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru