• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Matraman

Bupati Nganjuk Ceritakan Sejarah 22 Oktober Jadi Hari Santri

Bupati Nganjuk Ceritakan Sejarah 22 Oktober Jadi Hari Santri
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat Launching Rangkaian Peringatan Hari Santri. (Foto: NOJ/Hafidz Yusuf)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat Launching Rangkaian Peringatan Hari Santri. (Foto: NOJ/Hafidz Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengemukakan bahwa Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober tak lepas dari Resolusi Jihad yang dicetuskan Rais Akbar Nahdlatul Ulama, KH M Hasyim Asy’ari. Hal tersebut dilakukan sebagai ikhtiar ulama dan santri kala itu melawan penjajah yang ingin menguasai Indonesia kembali.

 

Penegasan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Launching Rangkaian Peringatan Hari Santri Kabupaten Nganjuk. Kegiatan dipusatkan di pendopo kabupaten setempat, Jumat (01/10/2021).

 

“Sejarah menunjukkan betapa para santri telah memberikan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini menjadi bukti nyata adanya keterkaitan antara santri dengan tegaknya Indonesia,” katanya.

 

Perlu dicatat, lanjut Marhaen, munculnya Resolusi jihad tidaklah datang tiba-tiba melainkan melalui ijtihad bertahap para kiai dengan waktu cukup panjang. Sebagaimana diketahui, perlawanan kalangan santri ini kemudian membuat semangat para pemuda yang ada di Jawa Timur dan Bung Tomo turut tersulut.

 

Hingga akhirnya perlawanan tersebut menewaskan pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Mallaby. Ia tewas dalam pertempuran yang berlangsung 27-29 Oktober 1945. Hal inilah yang memicu pertempuran 10 November di tahun yang sama.

 

“Ini adalah tonggak sejarah yg tidak boleh dilupakan,” tegas Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur ini.

 

Marhaen bersyukur dan menaruh hormat kepada Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH M Hasyim Asy’ari yang telah menetapkan fatwa resolusi jihad. Menurutnya, hal itu menjadi catatan sejarah yang nyata, ketika perjuangan bangsa dibangun di atas kemurnian dan keikhlasan jiwa para santri yang berpaham merah putih.

 

“Mari sejenak kita mengirimkan bacaan surat Al-Fatihah kepada para santri dan kiai yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” pintanya.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Moh Hasyim Afandi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Moh Afif Fauzi, dan Panitia Lomba Hari Santri Kabupaten Nganjuk. Acara diselenggarakan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.
 

 

Penulis: Hafidz Yusuf


Editor:

Matraman Terbaru