Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Dua Santriwati di Trenggalek Raih Juara Lomba Sains Kemenag

Dua Santriwati di Trenggalek Raih Juara Lomba Sains Kemenag
Dua santri Trenggalek yang meraih juara KMS oleh Kemenag. (Foto: NOJ/Marisa Khoirila
Dua santri Trenggalek yang meraih juara KMS oleh Kemenag. (Foto: NOJ/Marisa Khoirila

Trenggalek, NU Online Jatim

Dua santri Pondok Pesantren Qomarul Hidayah, Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, meraih juara pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. Kabupaten Trenggalek, terutama pesantren mereka belajar, pun bangga atas capaian itu.

 

Dua santriwati berprestasi itu ialah Sikha Nuril Fitriyah dan Dwi Arsyida Fuadah, keduanya siswa Madrasah Aliyah Qomarul Hidayah. Dalam kejuaraan KSM, Sikha meraih juara pertama bidang Ekonomi Terintegritas dan Dwi juara ketiga bidang Geografi.

 

"Alhamdulilah, saya sagat kaget dan senang bisa masuk tiga besar. Meskipun belum diberi kesempatan untuk juara satu, tapi saya senang bisa mewakili Trenggalek, khususnya Qomarul Hidayah tercinta ini untuk unjuk Gigi di Provinsi," ungkap Sikha kepada NU Online Jatim, Sabtu (04/09/2021).

 

KSM dilaksanakan pada 21 Agustus lalu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Trenggalek, dengan berbasis komputer. Sebelum berangkat menuju lokasi, ia meminta restu orang tua dan gurunya. Sikha hadir dengan diantar kedua orang tuanya dan menjalani kompetisi selama dua jam, dari pukul 12.30 sampai 14.30 WIB.

 

Sikha bercerita, keikutsertaannya dalam KSM adalah atas rekomendasi guru bidang ekonomi. Ia diminta untuk ikut lomba bidang tersebut. Sikha menerimanya karena ekonomi dan hitung menghitung adalah salah satu pelajaran yang ia sukai.

 

"Selain itu, guru yang mengajar pelajaran ekonomi di kelas saya juga ramah dan penjelasan nya mudah dimengerti," ungkap siswi Kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial itu.

 

Sikha menyadari, apa yang diraihnya merupakan buah dari perjuangan dengan tekun belajar. Menurutnya, seorang pelajar harus kembali pada kodratnya, yakni belajar. Karena ketika seseorang serius belajar pasti akan menghasilkan. Itu sesuai dengan ungkapan bijak  terkenal, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh maka dapatlah ia.

 

Editor: Nur Faishal

Terkait

Matraman Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini