• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 23 Februari 2024

Matraman

Gus Fatih Asal Ponorogo Juara Musabaqoh Syarah Qawaid Fiqhiyah RMI PBNU

Gus Fatih Asal Ponorogo Juara Musabaqoh Syarah Qawaid Fiqhiyah RMI PBNU
M Fatih Ato'illah putra Rais PCNU Ponorogo saat mengikuti Musabaqoh Syarah Qawaid Fiqhiyah yang digelar RMI-PBNU. (Foto: Tangkap layar youtube @TVNU)
M Fatih Ato'illah putra Rais PCNU Ponorogo saat mengikuti Musabaqoh Syarah Qawaid Fiqhiyah yang digelar RMI-PBNU. (Foto: Tangkap layar youtube @TVNU)

Ponorogo, NU Online Jatim
M Fatih Ato'illah putra kelima dari Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo KH Muhammad Sholechan Al Hafidz menyabet prestasi membanggakan. Ia baru saja ditetapkan sebagai juara 3 dalam Musabaqoh Syarah Qawaid Fiqhiyah yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU). Ajang yang memperebutkan Piala Rais Aam itu dalam rangkat Hari Santri 2022.


Prestasi itu tentu membawa kebanggaan bagi keluarganya. Kakak kedua Gus Fatih, Ulin Nuha Khoirunawa mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih. Bahkan, ia mengaku tidak menyangka adiknya mampu meraih juara.


"Pas sempet maju, setelah ujian Fatih sempet drop ya. Ada beberapa pertanyaan yang memang dijawab kurang maksimal," kata Gus Nuha saat ditemui di kediamannya, komplek Pondok Pesantren Nurul Qur'an, Pakunden, Ponorogo.


Gus Fatih memang pribadi yang sangat disayangi oleh kakak-kakaknya. Dukungan dan doa tentu diberikan kepadanya meski tidak hadir secara langsung di Kantor PBNU tempatnya lomba itu berlangsung.


"Kan ini memang lomba pertama dengan tema kaidah fiqih. Bahkan kemarin dewan juri masih memberikan kemudahan pada peserta," paparnya.


Senada dengan Gus Nuha, kakak ketiga bernama Gus Muhammad Ikhwanus Shofa mengungkapkan hal yang sama. Ia sangat bersyukur adiknya mampu menorehkan prestasi membanggakan bagi keluarga dan membawa nama harum pesantren tempat ia menimba ilmu.


“Tentu, hal ini juga menjadi capaian yang luar biasa dan membanggakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qur'an Pakunden,” ucapnya.


Menurut Gus Shofa, senyatanya keikutsertaan Gus Fatih di ajang tersebut serba dadakan. Kendati begitu, hal itu tetap harus diterima karena sudah tugas dari pengasuh pesantren tempat ia menimba ilmu, yakni Pondok Pesantren Fadlul Wahid Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jateng.


"Fatih sendiri diberi kabar dari pondoknya kan juga mendadak. Jadi ya tidak disangka-sangka ya bisa juara," kata Gus Shofa. 


Sebagaimana diketahui, ajang tersebut dilaksanakan dalam rangka merawat khazanah turats pesantren serta mengembangkan khazanah keilmuan pesantren dan melestarikan nilai-nilai ajarannya.


Matraman Terbaru