• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Matraman

Halal Bihalal, Santri Pondok Tremas Bagikan Tips Mendidik Anak

Halal Bihalal, Santri Pondok Tremas Bagikan Tips Mendidik Anak
Santri Pondok Tremas dan peserta pembinaan pendidikan anak usia dini. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)
Santri Pondok Tremas dan peserta pembinaan pendidikan anak usia dini. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Perkumpulan santri Pondok Tremas yang tergabung dalam Forum Santri Al Tarmasi Timur Kota (Formatik) mendorong perempuan untuk dapat meningkatkan skill dan kualitas dalam mendidik anak, dan memperkenalkan kepada masyarakat betapa pentingnya pendidikan islam sejak dini.


Sejumlah tips dan trik pun disampaikan agar mampu menerapkan konsep pendidikan islam kepada anak dalam lingkup keluarga.


“Setiap anak itu terlahir dalam keadaan suci, anak di masa depan akan menjadi apa tergantung pada orang tuanya,” ujar muhadir (dosen) Ma'had Aly Al Tarmasi, Tri Purwanto dalam acara pembinaan dan halal bihalal santri FORMATIK dengan masyarakat Dusun Klagen, Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Sabtu (07/05/2022).


Menurut alumni Universitas Ibnu Thufail Maroko itu menyebutkan bahwa terdapat 5 kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Kelima kebutuhan itu diantaranya, Pertama adalah Hifdz ad-din (memelihara agama) dengan beribadah. Hal ini juga berlaku untuk memahamkan anak terhadap pengetahuan agama. Kedua adalah Hifdzun Nafs (menjaga jiwa) dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Ketiga adalah Hifdz al-'Aql dengan memberikan pengetahuan agama ke anak. Sedangkan anak yang bodoh akan dicemooh oleh lingkungan sosialnya. Keempat adalah Hifdzu Mal (Melindungi Harta) dengan harta manusia dapat bertahan hidup, seorang hamba menjadi bertaqwa. Kelima adalah Hifdzu Nasab (Melindungi Keturunan), maka keturunan harus diarahkan ke pendidikan islam untuk mendidik hati dan akal.


“Ketika mengukur keshalehan anak, maka lihatlah ibunya. Seperti yang dikatakan Kyai Haji Maimun Zubair,” kata pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Pacitan tersebut.


Ia menuturkan, dalam bingkai islam terdapat tiga jenjang pendidikan yaitu, ta’lim, ta’dzib, dan tarbiyah. “Ta'lim adalah mengenal dan memahami dengan benar. Ta’dzib yaitu melatih, memberi tindakan, dan mendisiplinkan. Tarbiyah yakni komplek dan terstruktur,” jelasnya.


Lebih lanjut dijelaskan berbagai macam problematika yang akan dialami ketika menginjak usia remaja. Disamping itu ia juga menyampaikan berbagai solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 


“Di antara solusinya, yaitu mengurangi rutinitas, sering berdiskusi/mendengarkan ceramah tentang pendidikan anak, menambah jam pendidikan extra, dan memasukan anak ke pondok pesatren,” tandasnya.


Adapun peserta yang mengikuti kegiatan pembinaan ini berjumlah 50 orang diantaranya ibu Kepala Desa Mantren, Ibu Kepala Dusun Klagen, ibu Rt dan Rw, serta anggota muslimat dan fatayat di daerah setempat.


Editor:

Matraman Terbaru