• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 Agustus 2022

Matraman

Ikuti Diksus, Begini Kesan Delegasi IPNU Trenggalek

Ikuti Diksus, Begini Kesan Delegasi IPNU Trenggalek
Delegasi PC IPNU se-Jawa Timur. (Foto: NOJ/Istimewa)
Delegasi PC IPNU se-Jawa Timur. (Foto: NOJ/Istimewa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Diskusi Khusus (Diksus) yang diadakan Lembaga Koordinasi Perguruan Tinggi (LKPT) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur diikuti oleh salah satunya dari Pimpinan Cabang (PC) IPNU Trenggalek. Dalam kegiatan ini banyak hal menarik di luar sepengetahuan kaum nahdliyyin. 

 

Bertempat di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Diksus ini ditutup pada Sabtu (20/03/2021). Diksus ini membahas kiprah para muassis NU yaitu Syaikhona Cholil, KH Hasyim As'ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.

 

Anggota Student Crisis Center (SCC) PC IPNU Trenggalek, Muhammad Fathurrozaq mengatakan banyak wawasan baru yang dapat diambil ketika ia mengikuti Diksus. Ia mengatakan bahwa, para pendiri NU bukan hanya paham ilmu agama dan ibadah, namun juga bidang yang lain.

 

"Para muassis (NU) kita geopolitiknya bagus, ahli siyasah, dalam bidang kesejahteraan umat juga bagus," kata Muhammad Fathurrozaq, Ahad (21/3/2021).

 

Rozaq sapaan akrabnya menegaskan, Diksus kemarin membahas pemikiran yang jarang diketahui untuk kalangan milenial bahwa banyak pandangan-pandangan para muassis yang sangat luar biasa.

 

"Karena pematerinya dzurriyah langsung Mbah Cholil, Mbah Hasyim, Mbah Wahab, dan Mbah Bisri, pergerakan-pergerakan nasional bahkan internasional tokoh-tokoh tersebut dibedah secara mendalam," ungkap lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

 

Pria yang juga santri KH Marzuki Mustamar mengatakan tujuan Diksus ini agar membuka cakrawala para generasi milenial.

 

"Selain itu, jarak masa hidup yang terpaut jauh diharapkan mampu membangkitkan ghiroh dalam berjam'iyah," paparnya.

 

Tindak lanjut dari Diksus ini, ia mengaku hasil pemikiran tersebut akan dibukukan dengan pengumpulan biografi di daerah-daerah.

 

"Target yang ingin dicapai, akan dipersembahkan di Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah (PW) IPNU di bulan Agustus mendatang," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Matraman Terbaru