• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Matraman

Ini 3 Kunci Sukses Menempuh Pendidikan dan Kehidupan

Ini 3 Kunci Sukses Menempuh Pendidikan dan Kehidupan
Kegiatan kuliah umum di STKIP Modern Ngawi. (Foto: NOJ/Dewi)
Kegiatan kuliah umum di STKIP Modern Ngawi. (Foto: NOJ/Dewi)

Ngawi, NU Online Jatim

Istamar, Ketua Yayasan Modern Kabupaten Ngawi, yang juga merupakan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Ngawi membagikan 3 kunci kesuksesan. Hal tersebut dapat dipraktikkan dalam menempuh pendidikan maupun mengarungi kehidupan. 


"Untuk menjadi sukses, saya punya 3 kunci kesuksesan. Yang pertama yaitu menyayangi orang tua, kerja keras dan berdoa," katanya di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Modern Ngawi, Kamis (28/04/2022).


Hal tersebut ia ungkapkan ketika mengisi kuliah umum di salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di STKIP Modern Ngawi.


Ia mengungkapkan jika 3 hal tersebut dijabarkan maka akan menjadi kunci kesuksesan dalam mengarungi dunia pendidikan juga kehidupan kelak.


Selain itu ia juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk mengerjakan sesuatu dengan maksimal,


"Orang sukses tidak akan santai, orang sukses tidak akan santai-santai, dan orang santai pasti tidak selesai," ujarnya..


Sesuai dengan tema kuliah umum yaitu 'Kemandirian Mahasiswa di Era Millenial'. Ia juga mengajak untuk mandiri, yaitu dengan melakukan kegiatan produktif di luar pembelajaran kuliah. Seperti membuka berbagai usaha baik dalam bidang kuliner maupun lainnya, seperti usaha yang sudah ditekuni beberapa mahasiswa Modern yaitu, usaha pentol rekor dunia, online shop dan lainnya.


Selain itu ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak malu dalam kuliah sambil berbisnis dan belajar bersungguh-sungguh, tekun belajar saat usia 20 tahun ke bawah. Karena saat usia 20 hingga 30 nanti sudah berbeda masa lagi.


"Ketika usia di bawah 20 tahun, belajar sungguh-sungguh, karena ketika umur 20 hingga 30 tahun nanti adalah fase untuk belajar dari orang-orang hebat," urainya.


Lebih lanjut dijelaskan ketika usia 30 hingga 40 tahun fasenya juga sudah beda yakni harus bisa menekuni salah satu bidah atau usaha. Kemudian ketika umur 40 hingga 50 tahun bisa mengajak orang lain untuk berusaha.
 

"Pada usia 50 hinga 60 tahun sudah mantap dan mapan kemudian saat usia 60 tahun adalah waktunya istirahat," ujar Ketua PC LP Ma'arif NU Kabupaten Ngawi tersebut.


Editor:

Matraman Terbaru