• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 5 Februari 2023

Matraman

Kenang Kiai Zabidi, Tokoh Penggerak PMII di Tulungagung

Kenang Kiai Zabidi, Tokoh Penggerak PMII di Tulungagung
Kiai Zabidi. (Foto: NOJ/Madchan)
Kiai Zabidi. (Foto: NOJ/Madchan)

Tulungagung, NU Online Jatim

Aktivis Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung ikut berduka atas wafatnya KH Zabidi Nasyruddin. Salah satunya Prof Achmad Patoni yang pernah diamanahi menjadi Ketua PC PMII Tulungagung menggantikan KH Zabidi pada tahun 1982.

 

Kaprodi Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam UIN SATU Tulungagung itu menjelaskan jika Kiai Zabidi adalah salah satu tokoh yang menggerakkan PMII di wilayah tersebut.

 

"Kiai Zabidi adalah ketua PMII tahun 1980an sampai saya gantikan 1982. Kalau tanpa beliau, mungkin tidak ada PMII Tulungagung," ungkap Prof Achmad Patoni saat dikonfirmasi,Kamis (03/11/2022).

 

Dirinya menyebutkan, saat berproses di Tulungagung, kiai kharismatik saat itu sudah bebas kuliah atau telah menjadi sarjana muda. Sehingga sudah tidak begitu intens mengurus PMII, karena sudah banyak mengurus salah satu banom NU di Trenggalek.

 

"Sehingga Kiai Zabidi menyerahkan PMII Tulungagung ke saya," ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, Prof Patoni mengakui jiwa aktivis Kiai Zabidi yang luar biasa dan sangat perhatian kepada kadernya.

 

"Saya sangat kaget atas kepergian Kiai Zabidi. Beliau sangat peduli dan meninggalkan inventaris cukup berarti untuk PMII saat itu. Ada lemari, ada mesin ketik, itu cukup berarti saat itu tinggalan-tinggalan beliau," ujarnya.

 

Wakil Sekretaris Rais Suriyah PCNU Tulungagung ini menambahkan pesan terbaru dari Kiai Zabidi bahwa namanya kader NU mahasiswa kuliah dan harus ber-PMII untuk menempa diri.

 

"Itu disampaikan pada saat bersama saya beberapa waktu yang lalu. Beliau sangat baik, ringan, peduli dengan kader sampai akhir hayatnya," terangnya.

 

Ia berharap, mudah-mudahan ada penerus perjuangan, akan terus dikenang mulai kader gerakan dan jasa-jasanya tidak dilupakan.

 

"Saya yakin beliau husnul khatimah, membawa amal kebaikannya dan tentu jika ada salahnya diampuni. Saya yakin beliau orang baik, mudah-mudahan kita yang masih tersisa bisa meneruskan perjuangan beliau," tandasnya.


Matraman Terbaru