• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Matraman

Kerusakan Fasum Muspimnas, Panitia: Semua Diganti PB PMII

Kerusakan Fasum Muspimnas, Panitia: Semua Diganti PB PMII
Kaca pecah saat Muspimnas PMII. (Foto: NOJ/tribun)
Kaca pecah saat Muspimnas PMII. (Foto: NOJ/tribun)

Tulungagung, NU Online Jatim

Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang sempat menuai kerusuhan mengakibatkan beberapa fasilitas umum (fasum) rusak telah diganti. Pengurus Besar (PB) PMII telah mengganti rugi 100 persen fasum rusak selama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung.

 

Koordinator Divisi Acara Panitia Lokal Muspimnas PMII, Muhamad Safi'i menjelaskan untuk fasilitas kampus sudah diganti rugi 100 persen oleh PB PMII. Sudah ada inventarisir kerusakan baik oleh kampus dengan pihak PB PMII, sehingga saat ini masih dalam proses penyelesaian pembenahan.

 

"Semua di anti PB PMII, untuk mulainya dari kemarin setelah diidentifikasi INAFIS dari Polres Tulungagung, sudah mulai diperbaiki dan sampai detik ini masih proses finishing," papar Muhamad Safi'i, Kamis (24/11/2022).

 

Menurut Syafi'i, fasilitas yang sudah diperbaiki saat ini adalah berupa kaca-kaca, baik di jendela maupun pintu-pintu. Progres pembenahan hingga sekarang sudah ada beberapa yang selesai.

 

Pihaknya berharap, teruntuk mahasiswa umum untuk tidak ikut-ikutan mengikuti isu yang belum jelas kebenarannya. Lebih baik menahan diri, atau jika memang urgent untuk menemui panitia lokal maupun dari salah satu PB PMII.

 

"Kita itu dari Panlok dan PB PMII pasti bertanggung jawab terutama dari PB PMII. Janganlah sebar-sebar hoaks dan berita yang belum jelas, lebih baik tanya kejelasan kepada panitia atau PB PMII. Temui dan konfirmasi saja biar jelas," imbuhnya.

 

Ia menyayangkan berita yang selama ini beredar, selain belum benar kebenarannya, juga banyak media yang tidak tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Framming di media massa pun ikut menambah suasana seakan-akan genting dan berbahaya.

 

"Dari pada nanti kalau hanya berspekulasi di belakang menimbulkan fitnah menimbulkan isu yang kemudian membuat resah mahasiswa dan warga sehingga membuat nama PMII tercemar," tandasnya.


Matraman Terbaru