• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Matraman

KH A Munawar Hidayat, Ahli al-Qur'an dari Jombang Wafat di Usia Muda

KH A Munawar Hidayat, Ahli al-Qur'an dari Jombang Wafat di Usia Muda
Almarhum, KH A Munawar Hidayat. (Foto: NOJ/Ist)
Almarhum, KH A Munawar Hidayat. (Foto: NOJ/Ist)

Jombang, NU Online Jatim

Keluarga besar pondok pesantren di Jombang berduka. Hal terbut seiring meninggalnya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma'arij, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, KH A Munawar Hidayat, Kamis (19/11/2020).  

 

Seperti diwartakan NU Online, bahwa meninggalnya Kiai Munawar Hidayat lantaran sakit kanker. Hal itu sebagaimana disampaikan keponakan almarhum, KH A Kanzul Fikri.

 

 

Dalam sehari-hari, Kiai Munawar dikenal sebagai ahli Qur'an. Hidupnya dihabiskan dengan mengajarkan kitab suci agama Islam ini. Almarhum juga seorang penghafal Al-Qur'an.  

 

"Paman saya ini adalah orang yang baik sekali, ahli Qur'an. Hari ini wafat karena sakit kanker," jelasnya.   

 

Menurut KH Fikri, pamannya adalah alumni Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng. Ia sudah belajar di Tebuireng sejak kecil hingga kuliah. Kiai Munawar mengikuti kakaknya, KH A Junaidi Hidayat (ayah KH Fikri) merantau mencari ilmu dari Bojonegoro ke Jombang.  

 

Saking cintanya kepada al-Qur'an dan almamaternya Pesantren Madrasatul Qur'an, setelah lulus kuliah Kiai Munawar membeli tanah tidak jauh dari Madrasatul Qur'an. Tidak kembali ke Bojonegoro. Kemudian berkembang menjadi Pesantren Al-Qur'an Al-Ma'arij.

 

"Beliau wafat di usia 48 tahun, meninggalkan satu istri dan empat putra-putri yaitu Gus Alex, Gus Afa, Ning Elza dan Gus Rama," imbuhnya.  

 

KH Fikri menambahkan, pamannya memiliki kecintaan yang luar biasa kepada al-Qur'an. Setiap habis subuh hingga menjelang zuhur, Kiai Munawar menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur'an dan menyimak hafalan santri.  

 

Kiai Munawar mampu mengkhatamkan al-Qur'an dalam waktu yang relatif singkat. Sangat lancar hafalannya. Bahkan, saat jalan-jalan keliling pondok sambil deres al-Qur'an dan bisa khatam. Saat ini, ada ratusan santri putra-putri yang setoran al-Qur'an kepada Kiai Munawar.   

 

"Menjadi penghafal al-Qur'an juga memberikan keutamaan di akhirat. Sebab, dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda al-Qur'an bisa memberikan syafa'atnya atau pertolongan kepada pemiliknya. Insya Allah beliau sesuai hadist ini," tegas KH Fikri.  

 

Dikatakan KH Fikri, Kiai Munawar sejak tahun 2006-2007 mendirikan Pondok Pesantren Al-Ma'arij yang tak jauh dari Pesantren Al-Aqobah milik kakaknya, KH A Junaidi Hidayat.

 

"Beliau wafat di malam Jumat, hari baik. Kami dari keluarga mengucapkan mohon maaf bila ada kesalahan beliau. Dimakamkan di Pondok Pesantren Al-Aqobah 4," bebernya.  

 

KH Fikri juga berpesan kepada santri KH Munawar untuk meneruskan perjuangan sang guru di jalur al-Qur'an. Hal ini sebagai bentuk kecintaan kepada Kiai Munawar.  

 

"Pesan untuk santri beliau, semoga bisa meniru keistikamahannya dalam menjaga al-Qur'an dan mengamalkan isinya. Saya bersaksi, beliau orang baik," tandasnya.​​​​


Editor:

Matraman Terbaru